Trump Klaim AS-Iran Siap Setop Perang, Kirim 15 Poin Damai ke Teheran
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran saat ini tengah melakukan negosiasi, bahkan menyebut Teheran menunjukkan keinginan mencapai kesepakatan damai. Ada 15 poin pengakhiran perang yang disebut telah dikirimkan Washington ke Teheran
Pernyataan itu disampaikan di tengah bantahan Iran yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan Washington.
Berbicara di Oval Office pada Selasa (24/3/2026), Trump menyatakan bahwa ia memutuskan mundur dari ancaman sebelumnya untuk memerintahkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena adanya proses diplomatik yang sedang berlangsung. Ia menyebut langkah tersebut diambil "berdasarkan fakta bahwa kami sedang bernegosiasi".
"Mereka berbicara dengan kami, dan pembicaraan mereka masuk akal," kata Trump ketika diminta menjelaskan perubahan sikapnya.
Laporan lain muncul beberapa jam kemudian. Harian The New York Times, mengutip dua pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa AS telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang. Menurut laporan itu, dokumen tersebut disampaikan melalui Pakistan.
Namun, belum jelas seberapa luas rencana tersebut telah diedarkan di kalangan pejabat Iran. Surat kabar itu juga menyebut belum mengonfirmasi apakah Israel, yang menyerang Iran bersama AS, akan mendukung rencana tersebut.
Sehari sebelumnya, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa terdapat "sekitar 15" poin kesepakatan antara Washington dan Teheran. Ia menambahkan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir menjadi prioritas utama.
"Mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah 'Nomor 1, 2, dan 3'," ujar Trump.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan sejumlah pejabat AS terlibat dalam negosiasi tersebut, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Sebelumnya ia juga mengatakan utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantunya yang juga penasihat dekat, Jared Kushner, telah melakukan pembicaraan dengan mitra Iran pada Minggu malam.
Di tengah perbedaan pesan antara Washington dan Teheran mengenai negosiasi, sejumlah media melaporkan bahwa para pemimpin kawasan melakukan upaya diplomatik di belakang layar untuk membantu mengakhiri perang.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Selasa sebelumnya menyatakan melalui platform X bahwa negaranya bersedia memfasilitasi pembicaraan antara kedua pihak. Trump kemudian membagikan tangkapan layar unggahan Sharif tersebut di akun resmi Truth Social miliknya.
Ketika ditanya apakah unggahan Trump menandakan ia akan menerima tawaran Pakistan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada CNBC bahwa pembahasan diplomatik tersebut bersifat sensitif.
"Ini adalah pembahasan diplomatik yang sensitif dan Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui media berita," tuturnya.
Leavitt menambahkan bahwa operasi militer tetap berjalan meskipun peluang diplomasi muncul.
"Ketika Presiden Trump dan para negosiatornya mengeksplorasi kemungkinan diplomasi yang baru ini, Operation Epic Fury tetap berlanjut tanpa henti untuk mencapai tujuan militer yang ditetapkan oleh panglima tertinggi dan Pentagon," ujarnya.
Dalam pernyataan Selasa sore, Trump kembali mengulang klaimnya bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang di Iran. Ia mengatakan tujuan utama konflik tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Kami sedang membicarakan hal itu, dan saya tidak ingin mengatakannya terlebih dahulu, tetapi mereka telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya," tuturnya.
Meski demikian, pemerintahan Trump belum mundur dari rencana meminta Kongres meloloskan paket pendanaan tambahan terkait perang yang dilaporkan dapat mencapai US$200 miliar.
(luc/luc) Add
source on Google