Internasional

Iran Minggir, China Full 'Turun Gunung' di Perang 2 Negara Muslim Asia

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 09:40 WIB
Foto: China (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China secara resmi mengumumkan langkah diplomasi agresif dengan menjadi mediator langsung untuk meredakan konflik bersenjata antara Pakistan dan Afganistan. Kedua negara tetangga tersebut diketahui telah terlibat dalam pertempuran intensitas tinggi yang terus memanas sejak Februari lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, memberikan keterangan resmi melalui unggahan di media sosial X Senin. Ia mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, telah melakukan pembicaraan telepon secara intensif dengan mitranya dari pihak Afganistan maupun Pakistan guna mencari jalan tengah.

"Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri untuk Urusan Afganistan telah melakukan perjalanan bolak-balik antara Afganistan dan Pakistan. Kedutaan besar China juga telah menjalin komunikasi yang sangat erat dengan kedua belah pihak," kata Jian dikutip Russia Today (RT), Selasa (17/3/2026),


Jian menegaskan bahwa Beijing berkomitmen penuh untuk memfasilitasi rekonsiliasi dan meredakan ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut. China mendesak kedua negara untuk segera menghentikan kontak senjata dan duduk di meja perundingan guna menghindari eskalasi yang lebih destruktif.

"China berharap Afganistan dan Pakistan tetap tenang dan menahan diri, melakukan pertemuan tatap muka sesegera mungkin, mencapai gencatan senjata pada kesempatan pertama, serta menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog," ujar Jian.

Kondisi di perbatasan kedua negara sendiri dilaporkan terus memburuk setelah Islamabad mendeklarasikan "perang terbuka" pada bulan Februari. Militer Pakistan tercatat telah melancarkan serangan udara ke fasilitas militer dan infrastruktur penting jauh di dalam wilayah Afganistan, termasuk menyasar ibu kota Kabul.

Ketegangan diplomatik ini juga dipicu oleh kemarahan Pakistan atas meningkatnya hubungan antara pemerintah Kabul dengan India, yang merupakan rival abadi Islamabad. Selain itu, Pakistan menuduh Afganistan menjadi tempat perlindungan bagi milisi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), meski tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh pihak Taliban.

Langkah Beijing mengirim utusan khusus ini dilakukan setelah gencatan senjata sebelumnya yang dimediasi oleh Qatar dan Turki pada Oktober lalu dinyatakan runtuh. Bagi China, konflik ini bukan sekadar krisis keamanan, melainkan ancaman langsung terhadap visi strategis integrasi regional dan ekonomi di Eurasia.

Di sisi lain, situasi di lapangan dilaporkan sangat berdarah di mana Islamabad mengeklaim bahwa pasukan Afganistan telah menderita hampir 1.000 korban jiwa dalam eskalasi lintas batas terbaru. Hingga saat ini, upaya mediasi China masih terus berlangsung di tengah bayang-bayang perang yang kian meluas.


(tps/sef/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Bantah Minta Gencatan Senjata dengan AS di Tengah Perang