Hadiri Forum Dewan Ekonomi ASEAN, Wamendag Kasih Saran Begini

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 16/03/2026 18:15 WIB
Foto: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya penguatan agenda keberlanjutan (sustainability) dalam kerja sama ekonomi kawasan ASEAN pada rangkaian ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat and Related Meetings yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 11–13 Maret 2026. (Dok. Kemendag)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menghadiri pertemuan para menteri ekonomi ASEAN yakni ASEAN Economic Ministers (AEM) di Manila, Filipina pada 11 - 13 Maret 2026.

Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis terkait masa depan integrasi ekonomi ASEAN, termasuk penguatan ketahanan ekonomi kawasan, transformasi digital, serta inisiatif keberlanjutan di bawah kerangka ASEAN Economic Community (AEC).

Wamendag Roro menegaskan, keberlanjutan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan ekonomi kawasan agar pertumbuhan yang dicapai ASEAN tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan inklusif.


"Kami memandang bahwa agenda keberlanjutan harus menjadi pilar penting dalam integrasi ekonomi ASEAN. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perlu berjalan seiring dengan komitmen terhadap transisi hijau, penguatan ekonomi sirkular, serta pencapaian target netralitas karbon," kata Wamendag Roro dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Dalam pembahasan tersebut, negara-negara anggota ASEAN mencatat perkembangan implementasi sejumlah kerangka kerja penting, seperti Framework for Circular Economy for the ASEAN Economic Community, ASEAN Strategy for Carbon Neutrality, serta ASEAN Blue Economy Framework.

Menurut Roro, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan komitmen ASEAN untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi kawasan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.

"ASEAN memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau di kawasan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antarnegara anggota guna mempercepat implementasi kebijakan ekonomi hijau, memperkuat investasi berkelanjutan, dan memastikan transisi energi yang inklusif," terang Roro.

Lebih lanjut, Roro juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional dalam mendukung berbagai inisiatif strategis yang berkaitan dengan keberlanjutan, termasuk pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, serta penguatan pembiayaan hijau.

"Kami terus mendorong ASEAN untuk dapat terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan energi bersih, pembiayaan berkelanjutan, serta pemanfaatan ekonomi biru. Dengan langkah ini, ASEAN dapat memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan tetap selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan," tambah Roro.

Dalam forum ini, Wamendag menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong agenda keberlanjutan di kawasan ASEAN, sekaligus memastikan bahwa integrasi ekonomi regional mampu memberikan manfaat yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh negara anggota.

Foto: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya penguatan agenda keberlanjutan (sustainability) dalam kerja sama ekonomi kawasan ASEAN pada rangkaian ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat and Related Meetings yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 11–13 Maret 2026. (Dok. Kemendag)
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya penguatan agenda keberlanjutan (sustainability) dalam kerja sama ekonomi kawasan ASEAN pada rangkaian ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat and Related Meetings yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 11–13 Maret 2026. (Dok. Kemendag)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mendorong Ekonomi Hijau Melalui Implementasi ESG Berkelanjutan