MARKET DATA
Internasional

Iran Balas Dendam, Arab Saudi Dihajar 60 Drone

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
16 March 2026 15:05
Smoke rises from the U.S. embassy building, after Iraqi security sources said the embassy was hit in a missile attack, in Baghdad, Iraq March 14, 2026 in this screen grab obtained from a social media video. SOCIAL MEDIA/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.  NEWS USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVES. BEST QUALITY AVAILABLE. VERIFICATION - Reuters was able to confirm the video from the shape and location of buildings and a water body which matched file and satellite imagery of the area. Date was verified by Iraqi security sources and media reports. Multiple corroborating videos showed smoke rising from the building. No older versions of the video were found posted online before March 14
Foto: Ilustrasi serangan drone Iran ke Arab Saudi (SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah kian tereskalasi. Senin (16/3/2026), Arab Saudi melaporkan adanya serangan udara masif yang menyasar wilayah kedaulatannya.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat lebih dari 60 pesawat tak berawak (drone) yang masuk ke wilayah mereka sejak tengah malam. Pemerintah Arab Saudi merilis data resmi melalui serangkaian pernyataan di platform X.



"Arab Saudi telah mencegat lebih dari 60 drone sejak tengah malam, menurut penghitungan angka kementerian pertahanan yang dirilis pada hari Senin," tulis laporan resmi kementerian tersebut sebagaimana dikutip dari AFP.

Serangan drone masif ini terjadi di tengah balasan Iran ke Amerika Serikat (AS) dan Israel usai diserang 28 Februari. Iran terus menargetkan negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan.

Situasi ini tak hanya melanda wilayah Saudi, namun juga merembet ke negara tetangga, Kuwait. Pangkalan udara Ali Al Salem yang menjadi markas bagi pasukan militer Italia dan Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan drone yang mengakibatkan kerusakan pada aset militer di lokasi tersebut.

Kepala Staf Umum Pertahanan Italia, Jenderal Luciano Portolano mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan resmi militer. Portolano menjelaskan bahwa serangan drone itu menghantam fasilitas penting milik satuan tugas udara mereka.

"Pagi ini, pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung Amerika dan Italia, menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak. Serangan itu menghantam hanggar yang menampung pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh milik Italian Task Force Air (TFA), yang akhirnya hancur," kata Portolano dalam pernyataannya.

Meskipun terjadi kerusakan material yang signifikan, otoritas militer Italia menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden di Kuwait tersebut. Portolano memastikan bahwa seluruh prajurit yang bertugas saat ini dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka-luka.

"Pada saat serangan terjadi, semua personel dalam keadaan aman dan tidak terluka," tegas Portolano.

(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 6 Negara Arab Tiba-Tiba Gabung AS Kutuk Iran, Ada Apa?


Most Popular
Features