Iran Balas Dendam, Arab Saudi Dihajar 60 Drone
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah kian tereskalasi. Senin (16/3/2026), Arab Saudi melaporkan adanya serangan udara masif yang menyasar wilayah kedaulatannya.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat lebih dari 60 pesawat tak berawak (drone) yang masuk ke wilayah mereka sejak tengah malam. Pemerintah Arab Saudi merilis data resmi melalui serangkaian pernyataan di platform X.
"Arab Saudi telah mencegat lebih dari 60 drone sejak tengah malam, menurut penghitungan angka kementerian pertahanan yang dirilis pada hari Senin," tulis laporan resmi kementerian tersebut sebagaimana dikutip dari AFP.
Serangan drone masif ini terjadi di tengah balasan Iran ke Amerika Serikat (AS) dan Israel usai diserang 28 Februari. Iran terus menargetkan negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan.
Situasi ini tak hanya melanda wilayah Saudi, namun juga merembet ke negara tetangga, Kuwait. Pangkalan udara Ali Al Salem yang menjadi markas bagi pasukan militer Italia dan Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan drone yang mengakibatkan kerusakan pada aset militer di lokasi tersebut.
Kepala Staf Umum Pertahanan Italia, Jenderal Luciano Portolano mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan resmi militer. Portolano menjelaskan bahwa serangan drone itu menghantam fasilitas penting milik satuan tugas udara mereka.
"Pagi ini, pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung Amerika dan Italia, menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak. Serangan itu menghantam hanggar yang menampung pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh milik Italian Task Force Air (TFA), yang akhirnya hancur," kata Portolano dalam pernyataannya.
Meskipun terjadi kerusakan material yang signifikan, otoritas militer Italia menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden di Kuwait tersebut. Portolano memastikan bahwa seluruh prajurit yang bertugas saat ini dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka-luka.
"Pada saat serangan terjadi, semua personel dalam keadaan aman dan tidak terluka," tegas Portolano.
source on Google [Gambas:Video CNBC]