Purbaya Lapor ke Prabowo: Asing Masih Percaya Kita
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tak membuat investor asing kabur dari pasar surat utang Indonesia.
Hal ini Purbaya sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Purbaya mengatakan, berdasarkan selisih imbal hasil antara surat berharga negara (SBN) dengan US Treasury, levelnya kini hanya sebesar 243 basis points (bps), naik 0,3 basis points dari posisi pada Januari 2025 sebesar 240 bps.
"Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita," kata Purbaya ke Prabowo.
Ia menyayangkan, dari indikator yang menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor asing ke Indonesia itu, di dalam negeri malah ada beberapa pengamat yang sangsi kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas imbal hasil surat utang negara di tengah periode perang.
"Yang domestik aja yang enggak percaya, Pak. ya bukan domestik, pengamat domestik yang enggak percaya," kata Purbaya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga melaporkan kepada Kepala Negara bahwa aliran modal asing yang keluar dari pasar SBN hingga kini masih sangat terbatas.
"Yang outflow hanya dari SBN US$ 0,7 triliun, SRBI inflow US$ 2,2 triliun, Maret ya, saham juga masih inflow US$ 2,2 triliun. Jadi setelah guncang-guncang, di Maret sebetulnya masih masuk ke sini pak, artinya mereka percaya betul fondasi kita masih bagus, ini investor-investor yang asli seperti ini pak karena mereka taruh uang," tutur Purbaya.
(arj/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]