MARKET DATA
Internasional

Krisis Energi Depan Mata, Negara Ini Potong Gaji Pejabat-Menteri-DPR

sef,  CNBC Indonesia
12 March 2026 15:00
\Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif tiba untuk menghadiri sesi pleno Forum Internasional yang didedikasikan untuk Tahun Perdamaian dan Kepercayaan Internasional, Hari Netralitas Internasional, dan peringatan 30 tahun status netralitas Turkmenistan, di Pusat Kongres di Ashgabat, Turkmenistan, 12 Desember 2025. (Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS/File Foto)
Foto: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (via REUTERS/Alexander Kazakov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan melakukan sejumlah langkah-langkah darurat karena perang Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang meluas ke kawasan penghasil minyak dunia, negara Arab. Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif mengumumkan beberapa langkah-langkah penghematan ketat karena kekhawatiran akan pasokan bahan bakar (BBM) dan melonjaknya harga.

"Serangan-serangan ini telah menimbulkan ancaman besar bagi seluruh wilayah," kata Sharif dalam pernyataan yang disiarkan televisi, mengutip Middle East Eye (MEE), Kamis (12/3/2026).

"Dengan Pakistan yang sangat bergantung pada ekspor energi dari Teluk, pemerintah mengambil keputusan sulit untuk perekonomian negara," tambahnya.

Pemerintah juga sudah melakukan penutupan semua sekolah hingga akhir bulan. Belajar jarak jauh (daring) diberlakukan untuk semua mahasiswa.

Para pekerja juga diminta bekerja dari rumah (WFH). Pengeluaran pemerintah akan dikurangi sebesar 20% dan pembelian besar seperti furnitur dan pendingin udara dilarang.

Pejabat PNS yang berpenghasilan lebih dari 300.000 rupee Pakistan (sekitar Rp 18,1 juta) akan mengalami pemotongan gaji dua kali. Penggunaan kendaraan pemerintah akan dikurangi sebesar 60% selama dua bulan ke depan sementara tunjangan bahan bakar untuk kendaraan tersebut akan dipotong setengahnya.

Kabinet federal tidak akan menerima gaji selama dua bulan ke depan. Sedangkan anggota parlemen (DPR) akan mengalami pengurangan gaji sebesar 25%.

Semua anggota parlemen dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri. Acara buka puasa resmi untuk Ramadan dan makan malam serta pesta lainnya juga telah dilarang.

Sebenarnya, Pakistan sangat bergantung dengan empat eksportir bahan bakar terbesar yakni UEA, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Semua negara itu telah menghentikan produksi karena perang melawan Iran dan tidak dapat mengekspor karena penutupan Selat Hormuz.

Perlu diketahui, sekitar 20% dari seluruh konsumsi minyak bumi global melewati Selat Hormuz. Qatar dan UEA menyumbang sekitar 99% impor Gas Alam Cair Pakistan.

Sebelumnya, pasar komoditas global terguncang ketika dibuka kembali pada hari Senin, karena perang di Iran terus meningkat selama akhir pekan. Israel menyerang lebih dari 30 depot minyak di Iran akhir pekan lalu, termasuk di Teheran dan Karaj.

Serangan terhadap depot-depot tersebut jauh melampaui apa yang "diharapkan AS "ketika Israel memberi tahu mereka sebelumnya, menurut laporan di Axios. Sebagai balasan, Iran mengancam menyerang fasilitas minyak di negara-negara tetangga.

Pakistan sendiri telah menderita inflasi tinggi, utang yang melonjak, dan cadangan devisa yang rendah. Negara itu juga terlibat dalam perang internalnya sendiri dan bermasalah dengan India dan Afghanistan.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang 2 Negara Muslim 'Pecah', Ratusan Tewas-Perbatasan Shutdown


Most Popular
Features