FBI Tiba-Tiba Keluarkan Peringatan Serangan Drone Iran ke California
Jakarta, CNBC Indonesia - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memperingatkan aparat penegak hukum di California terkait potensi serangan drone dari Iran yang dapat diluncurkan dari kapal tak dikenal di lepas pantai barat Amerika Serikat (AS). Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer setelah Washington dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran.
Dalam dokumen peringatan yang diperoleh NewsNation, FBI menyebut pihaknya menerima informasi bahwa pada awal Februari 2026 Iran diduga merencanakan serangan mendadak menggunakan pesawat tanpa awak.
Serangan itu disebut berpotensi dilakukan dari kapal yang berada di lepas pantai AS dengan sasaran yang belum ditentukan di California jika Washington menyerang Iran.
"Kami baru-baru ini memperoleh informasi bahwa pada awal Februari 2026 Iran diduga berencana melakukan serangan mendadak menggunakan pesawat tanpa awak dari kapal yang tidak dikenal di lepas pantai Amerika Serikat, khususnya terhadap target yang tidak ditentukan di California, jika AS melakukan serangan terhadap Iran," demikian isi peringatan tersebut.
FBI menambahkan bahwa hingga kini belum ada informasi tambahan terkait waktu pasti, metode, target, maupun pelaku dari serangan yang diduga itu.
Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pejabat keamanan dan intelijen federal terkait potensi ancaman tersebut. Ia menyebut hingga kini belum ada indikasi ancaman yang bersifat segera, namun pemerintah negara bagian tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Masalah drone selalu menjadi perhatian utama, dan kami telah membentuk kelompok kerja khusus untuk mengatasi masalah tersebut," ujar Newsom dalam pernyataan terpisah.
Sementara itu, pensiunan letnan kolonel Pasukan Khusus AS Mike Nelson menilai peringatan tersebut mencerminkan kemungkinan strategi asimetris yang dapat digunakan Iran dalam menghadapi tekanan militer. Menurutnya, penggunaan drone dari kapal di lepas pantai dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan gangguan di wilayah AS.
"Seiring berjalannya perang dan kemampuan mereka untuk merespons di medan perang semakin berkurang, mereka cenderung mengeksplorasi opsi hibrida atau asimetris. Saya pikir skenario ini kemungkinan dilakukan dari kapal di lepas pantai," kata Nelson.
Di sisi lain, kemampuan Iran untuk melancarkan operasi semacam itu juga dipertanyakan setelah sejumlah aset militernya dilaporkan hancur. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan baru-baru ini menghancurkan 16 kapal angkatan laut Iran di sekitar Selat Hormuz, wilayah strategis jalur perdagangan energi dunia.
Laporan mengenai peringatan tersebut pertama kali diungkap oleh ABC News pada Rabu siang, sementara FBI menolak memberikan komentar tambahan terkait informasi intelijen tersebut.
(tfa/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]