Ada Ribuan Titik Rawan Risiko

1.461 Unit Tanggap Bencana Disebar Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 19:15 WIB
Foto: Arus mudik di Jalur Pantura dan Jalan Inspeksi Kalimalang, Tambun Selatan, Bekasi, mulai dipadati oleh pemudik, terutama pengendara motor pada Jumat (28/3/2025). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengidentifikasi ribuan titik rawan di jaringan jalan nasional menjelang periode mudik Lebaran 2026. Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan yang berpotensi muncul akibat faktor cuaca maupun kondisi geografis.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemetaan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi risiko selama masa arus mudik dan balik.

"Kementerian Pekerjaan Umum telah memetakan berbagai titik rawan pada jaringan jalan nasional untuk memastikan kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat," ujar Dody dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (11/3/2026).


Berbagai potensi gangguan perjalanan telah diidentifikasi sejak jauh hari agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika terjadi masalah di lapangan.

"Kita petakan kurang lebih ada 591 titik rawan banjir, 1.277 titik rawan longsor, 15 titik rawan rob, 249 titik rawan kemacetan, dan 187 titik rawan kecelakaan," kata Dody.

Titik-titik tersebut tersebar di berbagai wilayah yang menjadi jalur utama perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran.

Untuk menghadapi potensi gangguan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai perangkat respons darurat di lapangan.

"Untuk mendukung penanganan di lapangan, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan kurang lebih 1.461 unit Disaster Relief Unit yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiagakan posko gabungan yang bertugas memantau kondisi infrastruktur serta merespons potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami menyiapkan sekitar 496 posko mudik gabungan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia mulai H-10 sampai H+10 Lebaran," kata Dody.

Posko tersebut akan diisi oleh berbagai unit teknis yang bertugas memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat. Kesiapan personel dan peralatan di titik rawan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan mudik.

"Di titik-titik inilah kesiapan personel dan peralatan menjadi sangat penentu untuk memastikan gangguan bisa segera ditangani," ujar Dody.

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah berharap potensi hambatan perjalanan bisa ditekan sejak awal.

"Kami berharap seluruh ikhtiar ini dapat membuat perjalanan mudik masyarakat lebih aman dan lancar," sebutnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Operasional Truk Akan Dibatasi Selama Libur Lebaran 2026