MARKET DATA

Begini Kondisi 47.600 Km Jalan Non-Tol RI Jelang Mudik

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
12 March 2026 12:50
Kerusakan di jalur Pantura. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Foto: Kerusakan di jalur Pantura. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut jaringan jalan nasional saat ini telah mencapai puluhan ribu kilometer dengan kondisi yang sebagian besar dalam keadaan mantap.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor utama untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

"Sebagai informasi saat ini panjang jalan nasional non-tol di Indonesia mencapai 47.600 km. Dari total panjang tersebut, tingkat kemantapan jalan nasional berada pada kisaran sekitar 93,5%. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan jalan nasional berada dalam kondisi mantap," ujar Dody.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya melihat kondisi rata-rata jaringan jalan. Perhatian utama justru difokuskan pada ruas-ruas yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan saat musim mudik.

"Menjelang mudik lebaran, perhatian tidak tertuju pada kondisi rata-rata jaringan jalan; yang lebih menentukan adalah kondisi ruas jalan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat," katanya.

Untuk memastikan kelancaran perjalanan, berbagai pekerjaan pemeliharaan jalan dilakukan sejak awal tahun. Pekerjaan ini meliputi pelapisan ulang aspal, penambalan lubang jalan, hingga perbaikan sambungan jembatan.

"Pekerjaan preservasi jalan nasional meliputi overlay perkerasan, patching lubang-lubang jalan, serta perbaikan sambungan-sambungan jembatan yang pekerjaannya dimulai dari akhir Januari dengan target penyelesaian H-10 atau 11 Maret 2026," jelas Dody.

Kendaraan melintas di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Kendaraan melintas di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kendaraan melintas di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Selain perbaikan perkerasan jalan, pemerintah juga melakukan pemeliharaan rutin seperti pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, serta normalisasi drainase agar fungsi jalan tetap optimal selama arus mudik.

"Selain itu dilakukan juga pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, serta normalisasi drainase agar fungsi jalan tetap optimal selama periode mudik," katanya.

Dari hasil pemantauan terbaru, pemerintah menemukan puluhan ribu titik lubang di jaringan jalan nasional yang kemudian ditangani secara bertahap sebelum periode mudik dimulai.

"Pada jaringan jalan nasional saat ini teridentifikasi kurang lebih total 89.468 titik lubang. Dari jumlah tersebut, alhamdulillah 85.466 titik lubang atau sekitar 95,52% telah ditangani," ujar Dody.

Untuk memastikan kondisi jalan tetap terjaga, pemerintah menugaskan para penilik jalan yang memantau kondisi ruas jalan secara langsung di lapangan. Setiap petugas bertanggung jawab mengawasi segmen tertentu agar kerusakan dapat segera ditangani.

"Selama masa mudik Lebaran ini para penilik jalan akan bertanggung jawab untuk memastikan tidak ada lubang baru di ruas yang menjadi segmen pemantauannya dengan rentang kurang lebih sekitar 10 km per penilik jalan," katanya.

Selain kesiapan jalan, pemerintah juga menyiapkan posko pelayanan serta peralatan tanggap darurat untuk merespons potensi bencana hidrometeorologi yang bisa mengganggu perjalanan pemudik.

"Kesiapan infrastruktur pada periode mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik jalan, tapi juga sangat dipengaruhi oleh kecepatan sistem merespons apabila terjadi gangguan di lapangan," kata Dody.

Ia menegaskan kesiapan infrastruktur akan terus dipantau selama periode mudik dan arus balik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar.

"Karena itu kami sangat mengharapkan masukan dan arahan agar pelayanan infrastruktur transportasi pada masa mudik dapat semakin baik dari tahun ke tahun," sebut Dody.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menteri PU Ungkap Tol Fungsional Nataru 2025/2026 Bakal Tambah Panjang


Most Popular
Features