Mudik Lebaran Diprediksi Meledak, 30,9 Juta Orang Berangkat dari Jabar

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 19:20 WIB
Foto: Suasana stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat mulai dipadati oleh pemudik jelang libur Natal dan Tahun baru 2026, Senin (22/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memprediksi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 akan sangat besar, bahkan berpotensi melampaui angka yang sebelumnya diperkirakan melalui survei. Lonjakan mobilitas ini diperkirakan terjadi hampir di seluruh wilayah, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus wilayah asal para pemudik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri memang selalu menunjukkan tren lebih tinggi dibanding estimasi awal. Hal tersebut menjadi dasar pemerintah menyiapkan berbagai skenario pengaturan transportasi dan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan ekstrem di jalur utama.

"Masalah Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei. Adapun gambaran mengenai daerah asal dan tujuan pergerakan secara nasional adalah sebagai berikut. Pergerakan terbesar berasal dari Jawa Barat sekitar 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur," ujar Dudy dalam rapat bersama Komisi V DPR, Rabu (11/3/2026).


Besarnya arus keberangkatan dari wilayah Jawa Barat tidak lepas dari jumlah penduduk yang sangat tinggi serta kedekatan wilayah tersebut dengan kawasan metropolitan Jakarta.

"Jika dilihat dari sisi tujuan perjalanan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang. Setelah itu disusul Jawa Timur dan Jawa Barat," kata Dudy.

Pergerakan masyarakat juga terlihat sangat besar di tingkat kabupaten dan kota. Wilayah-wilayah dengan populasi padat diperkirakan menjadi sumber utama keberangkatan para pemudik menuju daerah asal mereka di berbagai provinsi.

Foto: Calon penumpang menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Calon penumpang menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Pada tingkat kabupaten atau kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur sebesar 2,56 juta orang, kemudian Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi," jelasnya.

Pola pergerakan juga terlihat jelas di kawasan aglomerasi Jabodetabek yang selama ini menjadi pusat mobilitas nasional. Banyak warga kawasan ini yang memilih pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah.

"Pada lingkup Jabodetabek, daerah asal pergerakan masyarakat terbesar berada di Kabupaten Bogor sebesar 5,35 juta orang, disusul Kabupaten Tangerang. Sedangkan provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah," lanjutnya.

Melihat besarnya angka tersebut, pemerintah menilai pengaturan waktu perjalanan menjadi kunci penting untuk menghindari kepadatan ekstrem. Karena itu kebijakan kerja fleksibel mulai diterapkan menjelang masa mudik.

Pemerintah berharap masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanan lebih awal sehingga distribusi pergerakan tidak menumpuk hanya pada satu atau dua hari saja.

"Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Dengan diterapkannya Work From Anywhere pada tanggal 16 dan 17 Maret pada masa arus mudik, masyarakat diharapkan dapat berangkat lebih awal dimulai dari H-8 yaitu Jumat 13 Maret 2026," kata Dudy.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Enam Ruas Tol Ini Bakal Dibuka Gratis di Mudik Lebaran 2026