Baru 2 Bulan Defisit APBN 2026 Rp135,7 T, Purbaya Beri Penjelasan Ini!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan utama defisit APBN di bawah kepemimpinannya sudah besar sejak awal tahun.
Bahkan, dalam periode dua bulan pertama tahun ini, yakni Januari-Februari 2026, APBN sudah defisit 135,7 triliun, naik hingga 342,4% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 30,7 triliun.
"Ada yang bilang tahun lalu surplus, kenapa tahun ini defisit? Ya memang desain APBN kita defisit," kata Purbaya saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Purbaya menjelaskan, defisit yang besar ini disebabkan belanja negara bergerak cepat di awal tahun, yakni mencapai Rp 493,8 triliun, sedangkan pendapatan negara mengimbangi di level Rp 358 triliun.
Ia mengatakan, pemerintah memang tengah memaksakan pola kerja belanja negara baru dengan meratakan porsi belanja tiap bulan, tak lagi terfokus hanya di akhir tahun sebagaimana pengelolaan APBN di bawah menteri keuangan sebelumnya.
"Sekarang kita paksakan belanjanya lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah dan lain-lain ke perekonomian lebih terasa," tuturnya.
(arj/haa) Add
source on Google