MARKET DATA

Purbaya Pangkas Dana MBG Jika Harga Minyak Tembus Batas Aman

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
06 March 2026 20:35
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi menghemat anggaran makan bergizi gratis bila tekanan harga minyak mentah dunia meroket ke level US$ 92 per barel akibat perang Iran vs Israel-AS, hingga membuat defisit APBN bengkak di atas batas aman, yakni sampai 3,6% PDB.

"Kita sudah exercise kalau harga minyak US$ 92 selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6% lebih tadi," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

"Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan dimana? Misalnya penghematan di MBG," tegasnya.

Meski begitu, Purbaya memastikan, penghematan anggaran MBG tidak akan menyentuh pagu anggaran untuk fungsi utamanya, yakni terkait pemberian makanan kepada anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia.

Sedangkan anggaran lain, seperti anggaran pengadaan barang, akan menjadi objek penghematan alias dipangkas anggarannya bila defisit membengkak efek kenaikan harga minyak ketimbang menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Yang jelas MBG programnya bagus tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Yang lain-lain misalnya beli motor, seluruh SPPG-nya diganti motornya, mereka senang saya rugi. Terus misalnya lagi beli komputer seluruh SPPG dikasih komputer," tegasnya.

Selain anggaran MBG yang akan dihemat bila terjadi pembengkakan defisit APBN, Purbaya mengaku juga akan memangkas anggaran proyek infrastruktur yang bisa dikerjakan tahun jamak.

"Misalnya lagi Kementerian PU. Mungkin ada belanja-belanja yang bisa digeser ke tahun depan. Macam-macam program yang mereka punya kan, jembatan, ada sekolah," ujar Purbaya.

Sebagaimana diketahui, anggaran MBG sendiri pada tahun ini mencapai Rp 335 triliun dengan target penerima 82,9 juta. Nilai anggaran ini naik dibanding 2025 yang sebesar Rp 71 triliun dengan target 17,9 juta penerima.

(arj/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Keraguan Investor Terjawab, Defisit APBN Aman di Bawah 3%


Most Popular
Features