Harga Minyak Melonjak, Purbaya Belum Bahas Opsi BBM Subsidi Naik
Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah belum membahas potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite imbas kenaikan harga minyak dunia yang melonjak sampai US$ 86 per barel.
"Belum, karena saya bilang masih aman anggarannya," ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Dari hasil perhitungan saat ini, tekanan harga minyak yang berpotensi memperlebar defisit APBN adalah senilai US$ 92 per barel, dari harga normal yang diperhitungkan dalam APBN sekitar US$ 60 per barel.
pemerintah sudah berpengalaman dalam menghadapi tekanan harga minyak sampai di atas US$ 100 per barel. Bahkan, saat harga minyak dunia di level US$ 150 per barel, ekonomi RI masih berdaya tahan.
"Kita pernah lewati keadaan harga minyak sampai US$ 150 per barel, jatuh enggak ekonominya? angkanya melambat tapi enggak jatuh, jadi kita punya pengalaman," tutur Purbaya.
Lagi pula, ia menekankan, saat harga minyak tumbuh tinggi, negara-negara produsen utama tidak akan membiarkan harganya bertahan di level atas sebab tidak ada satupun negara yang mampu membeli, hingga berpotensi menjatuhkan perekonomian global.
(mij/mij) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]