Prabowo Beri Subsidi Sampai Rp 6 Juta/Unit Ubah Motor BBM ke Listrik
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana percepatan konversi motor konvensional menjadi bermesin beterai listrik. Untuk itu pemerintah akan memberikan program subsidi seperti sebelumnya.
Hal ini diungkapkan Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, terkait percepatan implementasi energi bersih seperti pembangunan PLTS 100 Gigawatt dan konversi 120 juta motor ke mesin baterai listrik, Kamis (5/3/2026).
"Semacam begitu (subsidi), tapi nanti kita cari formulasi yang baik," kata Bahlil, saat ditanya program percepatan yang akan diberikan pemerintah.
Sebelumnya, pemerintah juga pernah memberikan subsidi untuk konversi kendaraan motor listrik sebanyak 200 ribu unit yang berakhir tahun 2024 lalu. Namun subsidi senilai Rp 7 - 10 juta itu tidak lagi dilanjutkan pemerintah.
Menurut Bahlil, nantinya nilai program subsidi ini lebih murah dari sebelumnya. Dia memberikan estimasi subsidi yang diberikan senilai Rp 5 - 6 juta per unit, karena teknologi yang sudah jauh lebih murah.
Foto: Mekanik mengkonversi vespa klasik dengan bahan bakar minyak (BBM) menjadi vespa tenaga istrik di bengkel Elders Garage, Jakarta, Jumat (21/7/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Mekanik mengkonversi vespa klasik dengan bahan bakar minyak (BBM) menjadi vespa tenaga istrik di bengkel Elders Garage, Jakarta, Jumat (21/7/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
"Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5 - 6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," kata Bahlil.
Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar ini belum bisa membeberkan target pemberian motor koversi ini untuk tahap pertama. Saat ini pihaknya masih melakukan kerja dan perhitungan terkait hal itu.
Seperti diketahui, usai rapat terbatas itu, Presiden Prabowo juga membentuk Satuan Tugas untuk percepatan program pembangunan PLTS dan konversi motor listrik. Menurut penjelasan Bahlil, satgas itu akan diisi oleh Menteri ESDM, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
"Bapak presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3 - 4 tahun, bahkan kalau lebih cepat lagi. Dan karena itu bapak presiden membentuk tim Satgas untuk bisa mempercepat percepatan ini," jelas Bahlil.
(emy/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Mekanik mengkonversi vespa klasik dengan bahan bakar minyak (BBM) menjadi vespa tenaga istrik di bengkel Elders Garage, Jakarta, Jumat (21/7/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)