Bahlil Buka-Bukaan Soal Pasokan Batu Bara Untuk Pembangkit Listrik PLN
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tetap aman dan tejaga. Terutama di tengah penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang saat ini masih berlangsung.
Menurut Bahlil, penataan RKAB dilakukan untuk menyelaraskan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global, sekaligus menjaga stabilitas harga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
"RKAB untuk batu bara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batu bara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers, dikutip Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan fakta yang terjadi saat ini justru berbeda. Indonesia memproduksi hingga 43% dari kebutuhan batu bara dunia, yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton, namun harga di pasar global justru mengalami penurunan. Kondisi itu terjadi lantaran harga ditentukan oleh mekanisme pasar internasional, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.
"Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand, (faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang," kata Bahlil.
Ia pun menekankan bahwa sumber daya alam merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab demi menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang. Bahlil mengingatkan setiap aktivitas penambangan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus dilaksanakan secara cermat dan bijaksana, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara nilai ekonomis dan kelestarian lingkungan.
Untuk kebutuhan domestik, khususnya pasokan bagi pembangkit listrik, penataan RKAB dilakukan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nasional termasuk PLN. "Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue," jelasnya.
Pemerintah terus memantau pasokan batubara untuk pembangkit listrik dengan memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis, sehingga pasokan domestik terjamin dan pelaku usaha mendapat harga yang layak.
(pgr/pgr) Add
source on Google