MARKET DATA

Pantang Mundur! Bahlil Tetap Pangkas Produksi Batu Bara 2026

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
03 March 2026 18:55
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan pemaparan dalam Keterangan Pers Menteri ESDM: Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan pemaparan dalam Keterangan Pers Menteri ESDM: Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk memangkas produksi batu bara pada 2026. Hal ini dilakukan guna menjaga keseimbangan pasar.

Menurut Bahlil, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500-550 juta ton batu bara atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga batu bara.

"Suplainya besar, demand-nya sedikit, maka harganya jadi murah. Kita harus memaknai bahwa pengelolaan sumber daya alam kita, ini barang milik negara dan negara ini dikelola harus dengan hati-hati," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Ia pun menekankan bahwa batu bara adalah milik negara yang harus dikelola secara berkelanjutan. Adapun, penataan melalui RKAB difokuskan untuk memastikan kebutuhan nasional terpenuhi terlebih dahulu.

Bahlil lantas memastikan untuk kebutuhan PLN, pasokan batu bara hingga bulan Maret dan April tidak ada persoalan. Menurut dia, pemerintah terus mengikuti perkembangan kebutuhan batu bara PLN dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis.

"Ini yang sekarang kita lagi tata. Tujuannya apa? Agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita pastikan tersedia, tapi juga harga juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik. Tapi juga mampu kita mengelola sumber daya alam kita dengan berkesinambungan yang baik," kata Bahlil.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Produksi Batu Bara PTBA Melejit 9% di Kuartal III-2025


Most Popular
Features