MARKET DATA

Bahlil & Dirut PLN blak-Blakan Terkait Kondisi Listrik RI Terkini

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
22 June 2026 16:15
Proses unloading batu bara sebagai bahan bakar PLTU Suralaya untuk menghasilkan listrik. (PT PLN Persero)
Foto: Proses unloading batu bara sebagai bahan bakar PLTU Suralaya untuk menghasilkan listrik. (PT PLN Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memberikan penjelasan terkait gangguan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan menyusul terjadinya pemadaman bergilir di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir.

Bahlil mengaku menaruh perhatian penuh atas terjadinya pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) di sejumlah daerah. Karena itu, ia meminta PLN untuk segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman. Dengan kata lain segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semuanya ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," ucap Bahlil dalam siaran persnya, dikutip Senin (22/6/2026).

Ia lantas menegaskan bahwa PLN perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan memastikan seluruh proses berjalan secara optimal. Pasalnya, langkah mitigasi yang tepat menjadi kunci agar gangguan serupa tidak kembali dirasakan masyarakat.

"Tadi saya juga sudah berbicara sama Pak Dirut. Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk didalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat. Yang mengoperasikan listrik itu bukan Dirjen Listrik, bukan ya. Bukan kita. Kita regulasinya sementara yang melaksanakan kegiatan adalah PLN," tuturnya.

Di sisi lain, Bahlil membantah anggapan bahwa pemadaman terjadi karena kurangnya pasokan bahan bakar di sejumlah pembangkit. Ia menegaskan, secara umum kebutuhan batu bara untuk PLN telah diantisipasi melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional.

"Total kebutuhan batubara PLN itu 154 juta. Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Dimananya ada kekurangan. Teknisnya, untuk sampai di power plan-nya itu bukan tugas Dirijen Menerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," terang Bahlil.

Sementara itu, Darmawan mengungkapkan bahwa kondisi sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat terjadi pemadaman bergilir di sejumlah wilayah pada pekan lalu.

Hal ini dia ungkapkan saat hendak menghadap Presiden Prabowo di Istana. Menurutnya sejak hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik.

"Bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir. Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut," ujar Darmawan di Istana, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit, baik milik PLN maupun pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP) mulai kembali mengalir sehingga memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di Pulau Jaw

Selain itu, dua pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kini terus dalam proses pemulihan. Salah satu pembangkit telah berhasil diperbaiki dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam.

"Dan ada kabar yang baik tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," ujarnya.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian ESDM dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas dukungan, arahan, dan koordinasi yang diberikan selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.

"Kami juga melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok energi primer dan juga melakukan penguatan pada pembangkit, baik itu milik PLN maupun milik mitra kami yaitu Independent Power Producer. Kami melakukan upaya all out, 24 jam 7 hari seminggu, baik itu dalam melakukan monitoring, memetakan seluruh upaya kami agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan," kata dia.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Datang ke Istana, Ini Pernyataan Lengkap Dirut PLN Soal Listrik RI


Most Popular
Features