Boom! Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer Terbesar AS Al-Udeid
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah rudal balistik Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Al-Udeid pada hari Selasa (3/3/2026) waktu setempat. Hal ini dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Qatar, saat Iran menyerang target AS dan Israel di seluruh Teluk sebagai balasan atas serangan AS-Israel.
Kementerian tersebut mengatakan awalnya Qatar menjadi sasaran dua rudal. Namun satu berhasil ditangkis sementara yang lain tidak.
"Sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal, sementara rudal kedua menghantam Pangkalan Qatar Al-Udeid," ujar pernyataan dimuat AFP, menulis tak ada korban jiwa.
Sebelumnya, Qatar sempat melaporkan menggagalkan serangan terhadap Bandara Internasional Hamad. Hal ini diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri negara Teluk itu pada hari Selasa siang waktu setempat.
"Ada upaya untuk menyerang Bandara Internasional Hamad, semuanya digagalkan," kata Majed al-Ansari dalam konferensi pers, menambahkan bahwa Qatar belum melakukan kontak dengan Iran sejak awal serangan.
"Rudal-rudal tersebut ditembak jatuh oleh tindakan pertahanan kami, dan tidak satu pun yang mencapai bandara," ujarnya.
Perlu diketahui, pada Selasa, perusahaan energi milik negara Qatar, Qatar Energy, mengumumkan akan menghentikan beberapa produksi hilir sehari, setelah menghentikan produksi gas alam cair karena Iran menyerang fasilitas di dua pabrik pengolahan gas.
"Menindaklanjuti keputusan QatarEnergy untuk menghentikan produksi gas alam cair (LNG) dan produk terkait, QatarEnergy menghentikan produksi beberapa produk hilir di Negara Qatar, termasuk urea, polimer, metanol, aluminium, dan produk lainnya," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, tentara Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya melancarkan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Qatar, saat perang berkecamuk untuk hari keempat.
"Drone tempur penghancur dari pasukan darat, udara, dan laut tentara... menargetkan area militer rezim Zionis di wilayah pendudukan dan pangkalan pasukan Amerika di Al-Udeid, Qatar," kata tentara dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh harian Shargh.
source on Google [Gambas:Video CNBC]