Harga Telur dan Daging Ayam Belum Turun-turun, BPS Warning Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga daging ayam ras dan telur ayam ras mulai menunjukkan tekanan serius menjelang Ramadan. Data terbaru mencatat harga ayam nasional sudah melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi ini menjadi perhatian karena ayam dan telur merupakan komoditas utama konsumsi masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut tekanan pada komoditas protein hewani tidak bisa diabaikan.
"Yang perlu menjadi perhatian adalah daging ayam ras karena daging ayam ras dan sapi pasti adalah menu utama dalam lebaran terutama," ujarnya.
Secara nasional, harga ayam ras kini sudah bergerak di atas acuan pemerintah. Kenaikan IPH juga meluas ke lebih dari dua ratus daerah.
"Daging ayam ras secara nasional sudah di atas HAP yaitu Rp41.013 per kilo. Dan saat ini ada 209 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH daging ayam ras," jelas Amalia.
Beberapa daerah mencatat lonjakan tajam yang jauh melampaui batas atas acuan harga. Kondisi ini mengindikasikan tekanan pasokan di sejumlah wilayah.
"Seperti di Kabupaten Bangka perubahan IPH-nya 28,6% dan ini sudah 3,29% di atas HAP. Bahkan kalau di Boven Digoel 46% di atas HAP dan saat ini harganya sekitar Rp58.611," katanya.
Tak hanya ayam, harga telur ayam ras juga masih bertahan di atas batas atas HAP meskipun secara rata-rata nasional sempat mengalami penurunan tipis.
"Telur ayam ras saat ini Rp32.000 per kilo, tetapi ini masih di atas batas atas HAP. Dan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH semakin bertambah," ujar Amalia.
Sejumlah wilayah tercatat mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi dengan penguatan distribusi dan suplai.
"Di Kabupaten Natuna harga telur ayam rasnya sudah mencapai Rp37.972. Di Bekasi juga sudah di atas batas HAP 4,26% dan naik sebesar 4,87%," ungkapnya.
Dengan permintaan yang hampir pasti meningkat saat Ramadan, BPS mengingatkan pentingnya langkah cepat untuk menjaga keseimbangan pasokan.
"Beberapa kabupaten/kota perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan suplai telur ayam ras supaya nanti menjelang Lebaran bisa lebih terkendali," pungkasnya.
(fys/wur) Add
source on Google