Internasional

Iran "Dikeroyok" Negara-Negara Arab, Begini Respons Teheran

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 14:45 WIB
Foto: Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pidatonya dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Jakarta, Indonesia, 2 Maret 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Republik Indonesia, Mohammad Boroujerdi, akhirnya memberikan respons resmi terkait gelombang kecaman yang datang dari negara-negara tetangganya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Ketegangan ini memuncak setelah Teheran meluncurkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di wilayah negara-negara Arab tersebut.

Menanggapi tudingan yang menyudutkan negaranya, Boroujerdi menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menginginkan adanya eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Beliau secara langsung menepis anggapan bahwa Iran memiliki niat buruk untuk menggoyang stabilitas keamanan negara-negara di sekitarnya melalui tindakan militer tersebut.

"Kami tidak ingin ketidakstabilan meluas di wilayah kami, dan saya mendengar beberapa pihak menuduh Iran menyerang negara tetangganya di wilayah kawasan," ujar Boroujerdi saat memberikan pernyataan resmi di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).


Guna memberikan perspektif atas tindakan Iran, Boroujerdi memberikan sebuah analogi mengenai kedaulatan negara dan ancaman dari pihak asing yang menggunakan wilayah tetangga sebagai batu loncatan serangan. Beliau menekankan bahwa posisi Iran saat ini adalah bentuk pertahanan diri terhadap ancaman nyata yang datang dari luar kawasan.

"Saya tanya kepada Anda: jika sebuah negara yang letak geografisnya jauh dari Indonesia datang ke wilayah sini dan memanfaatkan atau menyalahgunakan wilayah negara lain untuk menyerang Indonesia, apa yang akan Anda lakukan?" ucap Boroujerdi dalam penjelasannya.

Lebih lanjut, Kedubes Iran menegaskan bahwa mereka memegang teguh prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara tetangga di wilayah Teluk. Boroujerdi menggarisbawahi bahwa fokus utama konfrontasi Iran bukanlah negara-negara Arab, melainkan kehadiran militer Barat dan sekutunya yang dianggap sebagai provokator utama.

"Tentu saja kami tidak berharap ini terjadi, tetapi ancaman telah terjadi terhadap negara kami. Kami tidak pernah mengancam negara tetangga kami secara spesifik, tetapi kami memberikan penghormatan terhadap negara-negara tetangga dan sangatlah menghormati mereka. Dikarenakan bagi kami musuh kami hanyalah Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel," tegas Boroujerdi.

Berkaitan dengan isu kerja sama multilateral, Boroujerdi juga menyinggung peran penting organisasi Developing-8 (D8) dalam menyikapi situasi geopolitik saat ini. Beliau mendesak agar organisasi yang terdiri dari negara-negara berkembang Islam tersebut berani mengambil sikap tegas terhadap serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel.

"Berkaitan dengan D8, kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel terhadap negara kami. Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama. Setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil ke langkah berikutnya," ungkap Boroujerdi.

Menutup pernyataannya, Boroujerdi menaruh harapan besar pada kepemimpinan Indonesia yang tahun ini menjadi tuan rumah KTT D8 untuk menyuarakan keadilan. Beliau berharap Indonesia dan anggota D8 lainnya dapat memberikan dukungan moral bagi Iran yang saat ini tengah berada dalam tekanan militer dan diplomatik pada sisi sejarah yang benar.

"Tahun ini Republik Indonesia menyelenggarakan KTT D8 dan kami ingin D8 berdiri pada sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami," tutup Boroujerdi.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Qatar hingga Israel Setop Produksi Gas & Minyak Imbas Perang