MARKET DATA
Internasional

Timur Tengah Chaos! AS Minta Warganya Segera Cabut dari 14 Negara Ini

luc,  CNBC Indonesia
03 March 2026 13:00
Perang AS-Israel VS Iran
Foto: Cover Topik/ Perang AS-Israel VS Iran/ Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan darurat kepada warganya di 14 negara pada Senin (2/3/2026) waktu setempat, memerintahkan mereka untuk segera meninggalkan wilayah tersebut di tengah eskalasi aksi militer di Timur Tengah. Instruksi tegas itu disampaikan dengan huruf kapital, "DEPART NOW".

Pesan tersebut diunggah di platform X oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS Mora Namdar. Dalam pernyataannya, ia meminta warga Amerika menggunakan transportasi komersial untuk keluar dari negara-negara terdampak "karena risiko keselamatan yang serius."

Peringatan ini muncul setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran yang memicu gangguan luas terhadap lalu lintas udara di Timur Tengah. Ratusan ribu pelancong terlantar, sementara sejumlah bandara utama di kawasan terpaksa ditutup.

Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai pangkalan AS di Timur Tengah. Iran sendiri berulang kali membantah sedang mengembangkan senjata nuklir, dan hanya beberapa hari sebelum konflik meletus, Teheran masih terlibat pembicaraan diplomatik dengan Washington untuk mencegah konfrontasi militer.

Di tengah konflik, banyak penerbangan dibatalkan atau dialihkan rutenya di berbagai bandara internasional utama. Lebih dari 2.800 penerbangan dibatalkan pada Minggu, baik menuju maupun dari bandara-bandara di kawasan, dan pembatalan diperkirakan berlanjut setelah akhir pekan.

Ruang udara atau bandara di Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab ditutup, menurut situs pelacak penerbangan dan lembaga pemerintah terkait.

Daftar 14 Negara

Selain Tepi Barat dan Gaza, 14 negara yang tercantum dalam imbauan tersebut adalah Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman.

Penutupan bandara di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, termasuk Dubai International Airport yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, menjadi pukulan besar bagi konektivitas global. Bandara-bandara ini merupakan simpul utama perjalanan antara Eropa, Afrika, dan Asia.

Otoritas Dubai International menyatakan empat orang terluka akibat serangan. Sementara itu, Zayed International Airport di Abu Dhabi melaporkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan drone.

Serangan juga dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Kuwait. Iran tidak secara terbuka mengeklaim bertanggung jawab atas serangan balasan terhadap bandara-bandara di UEA tersebut.

Perusahaan analitik penerbangan Cirium memperkirakan sedikitnya 90.000 orang transit setiap hari melalui bandara Dubai, Doha, dan Abu Dhabi hanya dengan tiga maskapai, Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways, menunjukkan skala gangguan yang terjadi.

Emirates menangguhkan seluruh penerbangan ke dan dari Dubai setidaknya hingga Senin sore. Air India menghentikan seluruh penerbangan ke dan dari UEA, Arab Saudi, Israel, dan Qatar hingga Selasa.

Maskapai Israel EL AL menutup penjualan tiket untuk penerbangan hingga 21 Maret guna memastikan penumpang yang terlantar mendapat prioritas setelah ruang udara dibuka kembali.

Dampaknya meluas hingga jauh di luar kawasan. Otoritas bandara di Bali, Indonesia, melaporkan lebih dari 1.600 wisatawan terlantar pada Minggu setelah lima penerbangan menuju Timur Tengah dibatalkan atau ditunda.

Bandara internasional di London, Mumbai, Delhi, Bangkok, Istanbul, Sri Lanka, dan Paris masing-masing melaporkan puluhan pembatalan tambahan.

Analis industri penerbangan sekaligus Presiden Atmosphere Research Group, Henry Harteveldt, mengatakan kepada The Associated Press bahwa para warga negara asing harus selalu bersiap dengan keadaan sekarang ini.

"Bagi para pelancong, tidak ada cara untuk memperhalus kenyataan ini. Anda harus bersiap menghadapi penundaan atau pembatalan dalam beberapa hari ke depan karena serangan-serangan ini terus berkembang dan semoga berakhir," katanya, dilansir Newsweek.

Dalam pengumumannya, pemerintah AS mengumumkan bagi warga AS di negara-negara dan wilayah yang tercantum dalam daftar, yang membutuhkan bantuan Departemen Luar Negeri untuk mengatur keberangkatan melalui jalur komersial, dapat menghubungi nomor darurat 24 jam di +1-202-501-4444 dari luar negeri atau +1-888-407-4747 dari AS dan Kanada.

Para pelancong juga diminta mendaftar di step.state.gov untuk menerima pembaruan keamanan terbaru dari kedutaan atau konsulat AS terdekat. Maskapai-maskapai juga mendesak penumpang untuk memeriksa status penerbangan secara daring sebelum menuju bandara.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Netanyahu Warning Iran, Waspada "Armagedon" di Timur Tengah


Most Popular
Features