Internasional

Pangkalan Militer Inggris Dihantam Drone Iran, Waspada Perang Meluas

luc, CNBC Indonesia
Senin, 02/03/2026 19:10 WIB
Foto: Pesawat militer tiltrotor Bell-Boeing CV-22B Osprey Angkatan Udara AS (USAF) lepas landas di pangkalan HeliOperations, pada 30 Maret 2022 di Portland, Inggris. (Getty Images/Finnbarr Webster/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah drone Iran dilaporkan jatuh di fasilitas militer Inggris di Siprus, menandai meluasnya dampak perang Israel-Amerika Serikat melawan Iran ke kawasan Mediterania Timur.

Presiden Siprus Nikos Christodoulides mengatakan sebuah drone tempur Iran menghantam pangkalan militer Inggris di wilayah Akrotiri pada Senin (2/3/2026).

"Sebuah pesawat tanpa awak Shahed menabrak fasilitas militer Pangkalan Inggris di Akrotiri, menyebabkan kerusakan material ringan," ujar Christodoulides, dilansir AFP.


Akrotiri merupakan salah satu dari dua wilayah pangkalan berdaulat Inggris di Siprus yang dikelola oleh militer Inggris dan memiliki peran strategis dalam berbagai operasi di Timur Tengah. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut, dan kerusakan yang terjadi disebut bersifat ringan.

Peristiwa ini terjadi ketika konflik antara Israel dan AS melawan Iran semakin meluas ke berbagai titik di kawasan. Serangan dan aksi balasan yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah Teluk dan Timur Tengah kini mulai berdampak pada negara-negara di sekitar Mediterania.

Dalam pernyataannya, Christodoulides menegaskan bahwa Siprus tidak terlibat dalam operasi militer apa pun dan berupaya menjaga jarak dari eskalasi yang terjadi.

"Kita berada di wilayah dengan ketidakstabilan geopolitik yang sangat tinggi, dengan banyak tantangan dan masalah, yang sedang mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanah air kita sama sekali tidak berpartisipasi dan tidak berniat untuk menjadi bagian dari operasi militer apapun." katanya.

Sebelumnya Inggris secara resmi membuka akses pangkalan militernya untuk digunakan AS dalam menyerang situs rudal Iran. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai pendekatan Teheran makin "ceroboh" dan membahayakan warga Inggris di kawasan Timur Tengah.

Selama ini, Inggris tidak terlibat langsung dalam rangkaian serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Namun dalam pernyataan terekam pada Minggu (1/3/2026) malam, Starmer mengungkapkan bahwa Washington telah meminta izin menggunakan dua pangkalan militer Inggris untuk tujuan yang ia sebut sebagai pertahanan terbatas dan spesifik.

"Pendekatan Iran semakin gegabah dan membahayakan nyawa warga Inggris," kata Starmer, menjelaskan latar belakang keputusan tersebut, dikutip dari The Guardian.

Ia membeberkan bahwa sekitar 200.000 warga negara Inggris saat ini berada di negara-negara Timur Tengah yang menjadi target serangan Iran. "Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah dengan menghancurkan rudal-rudal tersebut di sumbernya, baik di depot penyimpanan maupun di peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal-rudal tersebut," ujarnya.

"AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas tersebut.

"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini, untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah... membunuh warga sipil yang tidak bersalah... membahayakan nyawa warga Inggris... dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," imbuhnya.

Starmer juga menyatakan jet-jet tempur Inggris sudah berada di udara sebagai bagian dari operasi pertahanan terkoordinasi dan telah "telah berhasil mencegat serangan Iran".

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Pastikan Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Konflik Global