MARKET DATA
Internasional

Selat Hormuz Membara! 3 Kapal Dihantam Rudal, Begini Kata Iran

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
02 March 2026 13:30
Pemandangan udara pantai Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz, 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer/File Photo)
Foto: (REUTERS/Nicolas Economou)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 3 kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada hari Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Insiden ini terjadi saat Iran melancarkan serangan hari kedua sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang tengah berlangsung.

Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan sebuah kapal yang berada di lepas pantai Oman dihantam oleh proyektil tak dikenal tepat di atas garis air. Serangan tersebut sempat memicu kebakaran di ruang mesin sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.

"Satu kapal, di lepas pantai Oman, dihantam oleh proyektil tak dikenal di atas garis air. Meskipun ruang mesin awalnya dilaporkan terbakar, kini dilaporkan bahwa api telah terkendali," tulis UKMTO dalam pernyataan resminya, dikutip AFP.

Dalam insiden terpisah, sebuah kapal tanker juga dilaporkan terkena hantaman proyektil yang mengakibatkan kebakaran di tengah laut. Perusahaan keamanan maritim swasta, Vanguard Tech, mengidentifikasi lokasi kapal tersebut berada di sekitar 17 mil laut barat laut Mina Saqr, Uni Emirat Arab.

"Dalam insiden terpisah, kapal lain dihantam oleh proyektil tak dikenal yang menyebabkan kebakaran. Api telah dipadamkan dan kapal tersebut berniat melanjutkan perjalanannya," tambah UKMTO dalam keterangannya.

UKMTO kemudian melaporkan insiden ketiga di mana sebuah proyektil meledak dalam jarak yang sangat dekat dengan sebuah kapal. Lokasi kejadian tersebut terpantau berada pada posisi 35 mil laut di sebelah barat kota Sharjah, Uni Emirat Arab.

Pihak otoritas menyatakan bahwa seluruh kru kapal yang terlibat dalam insiden tersebut dalam kondisi aman dan sehat. Namun, televisi pemerintah Iran memberikan laporan berbeda terkait nasib salah satu kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.

"Nasib kapal tanker minyak pelanggar yang dihantam saat mencoba melintas secara ilegal melalui Selat Hormuz adalah bahwa kapal tersebut sekarang sedang tenggelam," lapor televisi pemerintah Iran tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Tayangan televisi tersebut memperlihatkan asap hitam tebal membumbung tinggi dari kapal tanker yang terbakar. Selat Hormuz sendiri merupakan titik transit kunci bagi perdagangan minyak global, di mana seperempat minyak dunia dan seperlima gas alam cair (LNG) dunia melintasi jalur tersebut.

Pada hari Sabtu, Garda Revolusi Iran telah menutup jalur pelayaran tersebut dan memberikan peringatan keras mengenai risiko keamanan di wilayah tersebut. Penutupan dilakukan dengan alasan kondisi yang membahayakan akibat serangan dari pihak Amerika Serikat dan Israel, yang bahkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awas Perang Baru Amerika, Trump Tiba-Tiba Serang Kapal Negara Ini


Most Popular
Features