Baru Awal Tahun, Data Ini Tunjukkan Tanda-tanda Ekonomi RI Bergairah
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh impor Indonesia menurut penggunaan barangnya mengalami kenaikan pada Januari 2026, memmbalikkan arah kinerja seluruh jenis barang impor pada Januari 2025 yang kompak merosot.
Total impor Indonesia pada Januari 2026 memang mengalami pertumbuhan 18,21% dibanding Januari 2025 dengan besaran mencapai US$ 21,20 miliar. Ditopang oleh impor komoditas non migas US$ 18,04 miliar, dan migas US$ 3,17 miliar.
"Pada Januari 2026 terjadi peningkatan impor untuk seluruh golongan penggunaan secara tahunannya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Kenaikan impor terbesar terjadi untuk impor barang modal sebesar 35,23%, dari Januari 2025 hanya sebesar US$ 3,32 miliar menjadi tembus US$ 4,49 miliar. Ini menjadi pertanda ekonomi bergairah, karena barang modal bisa mendorong peningkatan produksi.
Kenaikan tercepat berikutnya ialah impor bahan baku atau barang penolong dengan besaran 14,87%. Nilainya tumbuh dari sebesar US$ 12,97 miliar menjadi US$ 14,88 miliar.
"Peningkatan nilai impor secara tahunan utamanya didorong oleh impor bahan baku atau penolong. Nilai impornya naik 14,67% dengan andil peningkatan sebesar 10,61%," ucap Ateng.
Terakhir, untuk barang konsumsi, impornya juga mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 11,81%. Nilainya menjadi sebesar US$ 1,84 miliar dari sebelumnya hanya sebesar US$ 1,64 miliar pada Januari 2025.
source on Google [Gambas:Video CNBC]