MARKET DATA
Internasional

Protes Bela Iran Muncul di Sejumlah Negara, Marah Khamenei Tewas

sef,  CNBC Indonesia
02 March 2026 09:40
Warga Iran berkumpul usai pengumuman tewasnya pemimpin Iran Ali Khamenei oleh Israel dan Amerika di Teheran, Iran (1/3/2026). (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Foto: (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Protes membela Iran muncul di sejumlah negara. Para pengunjuk rasa pro-Iran yang marah atas kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan berujung rusuh di beberapa negara.

Sebelumnya, pengumuman kematian Khamenei dikonfirmasi Minggu. Ulama Syiah 86 tahun yang memimpin Iran sejak 1989 tersebut tewas dalam serangan rudal Amerika Serikat (AS) dan Israel Sabtu di Teheran Iran.

Di Pakistan kekerasan terjadi di Karachi. Pendemo mencoba menyerbu konsulat Amerika Serikat (AS) Minggu. Ini menyebabkan delapan orang tewas sementara 20 orang terluka.

Menurut juru bicara layanan penyelamatan Yayasan Edhi, Muhammad Amin, sebagian besar pendemo mengalami luka tembak. Situasi chaos saat sekelompok anak muda memanjat gerbang utama dan masuk ke jalan masuk gedung konsulat, serta menghancurkan beberapa jendela.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang kemudian bubar. Video di media sosial menunjukkan anak-anak muda menghancurkan jendela gedung utama konsulat sementara bendera Amerika terlihat berkibar di atas kompleks tersebut, yang perimeternya dikelilingi kawat berduri.

Ribuan orang juga turun ke jalan di kota Lahore di timur dan di Skardu di utara. Demonstrasi juga terjadi di ibu kota Islamabad.

Sementara itu di Irak, area Zona Hijau di ibu kota Irak, Baghdad diperkuat. Pasalnya ratusan warga Irak yang mengenakan pakaian hitam, mencoba menyerbu kompleks yang menampung kedutaan besar Amerika itu, Minggu.

"Kemartiran Sayyed Ali Khamenei telah menyakiti kami," kata Ali, seorang demonstran bertopeng, mengatakan kepada AFP.

"Kami di sini karena kami menginginkan penarikan pasukan pendudukan Amerika dari Irak," tambahnya.

Para demonstran, juga dilaporkan melemparkan batu ke arah pasukan keamanan. Ini kemudian dibalas tentara dengan gas air mata.

"Upaya mereka sejauh ini telah digagalkan, tetapi mereka terus mencoba," kata sumber keamanan.

Di Khasmir, India, beberapa ribu Muslim Syiah bergabung dalam demonstrasi jalanan di kota utama Srinagar. Para demonstran yang membawa bendera merah, hitam, dan kuning berkumpul di alun-alun utama.

Banyak dari mereka meneriakkan slogan anti-Israel dan anti-AS selama pertemuan yang penuh emosi. Namun sebagian besar demo berlangsung damai.

"Hari ini kami semua sangat berduka. Kami berduka atas pemimpin tercinta kami yang gugur sebagai martir," kata Syed Towfeeq, 40 tahun.

"Kami semua memiliki pesan untuk (Presiden AS Donald) Trump... Kami akan selalu menentang penindasan Anda," tambahnya.

Tak hanya di Khasmir, protes juga diadakan di tempat lain di India. Negeri itu memiliki kehadiran Muslim Syiah yang cukup besar.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Wamenkum Tegaskan Tak Batasi Kebebasan Demontrasi


Most Popular
Features