Mendes dan Menkop Minta Alfamart-Indomaret Cs Setop Ekspansi ke Desa

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 11:42 WIB
Foto: Minimarket (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan mengevaluasi proses izin pendirian gerai baru ritel modern agar pelaku usaha warung kelontong dan UMKM bisa lebih leluasa untuk berusaha. Selain itu, evaluasi ini juga dilakukan agar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa beroperasi sesuai dengan tujuannya yakni memakmurkan ekonomi pedesaan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto mengaku membantah wacana penutupan gerai ritel modern yang beroperasi di desa. Ia menegaskan, hanya pemberian izin ekspansi di desa yang harus disetop untuk ritel modern.

"Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silakan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silakan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang disetop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa," kata Yandri, dikutip dari Instagram resminya @yandri_susanto, Jumat (27/2/2026).


Yandri menambahkan, gerai ritel modern yang sudah berjalan di desa silakan tetap beroperasi. Namun Yandri menegaskan, Kopdes Merah Putih harus dimuliakan mengingat 20% keuntungan akan dikembalikan sebagai pendapatan asli desa.

"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak. yang kita setop itu, maka saya menggunakan bahasa setop, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru. Kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat keuntungannya nanti dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20% keuntungan kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa," jelas Yandri.

Foto: Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sementara itu, Menteri Koperasi (Menkop) juga menjelaskan, ritel modern di desa membuat perputaran uang kurang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa, sehingga ekspansi gerai baru perlu dievaluasi. Dengan adanya Kopdes di desa, maka perputaran uang akan digunakan oleh masyarakat desa itu sendiri dan dampaknya yakni perekonomian desa dapat bergerak kencang.

"Kenapa harus koperasi desa? Karena koperasi desa ini milik masyarakat desa, jadi kalau ada untung dari koperasi desa yang melaksanakan kegiatan ritel, uangnya akan muter di desa yang notabene orang desa, bukan ke Jakarta," kata Ferry dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).

Meski begitu, kehadiran ritel modern di desa tetap harus dihormati, karena telah memberikan lapangan kerja yang cukup dan menyerap tenaga kerja cukup banyak. Namun untuk membuka izin baru, pihaknya mengatakan agar lebih melihat kondisi yang ada, terutama di desa-desa.

"Kalau sudah terlanjur berdiri ritel modernnya, ya sudah enggak apa-apa, kita tetap hormati, tapi terhadap keinginan ekspansi apalagi ke desa, inget-inget yang lain, ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat desa," ujarnya.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Alfamart & Indomaret Dapat Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih