Bos Ritel Respons Alfamart-Indomaret Cs Diminta Setop Ekspansi ke Desa
Jakarta, CNBC Indonesia - Bos ritel blak-blakan soal isu jika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi sepenuhnya, pembukaan gerai baru ritel modern harus diberhentikan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Solihin tidak mengatakan secara gamblang terkait hal tersebut. Tetapi, pihaknya tetap mengikuti aturan yang ada dan jika ada anggotanya yang melanggar aturan tersebut, maka gerai baru tidak bisa dibuka.
"Anggota kami patuh terhadap aturan, jadi kalau ada aturan tadi disebut ada moratorium atau pembukaan gerai baru tidak boleh, yaudah kita enggak usah buka, kan saya bilang kita sebagai pengusaha harus taat terhadap aturan yang berlaku di daerah," kata Solihin saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Solihin tidak mau menjawab lebih karena pihaknya hanya fokus pada pengembangan usaha ritel modern.
"Enggak, kami enggak mau komentar soal itu, saya cuma mau fokus terhadap pengembangan usaha anggota-anggota kami," jelasnya
Ia pun menegaskan agar anggota APRINDO selalu menaati aturan yang berlaku di daerah tempat gerai ritel modern berdiri.
Foto: Aktivitas seorang warga menjaga kendaraan di salahsatu minimarket di kawasan Jakarta, Rabu (8/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Aktivitas seorang warga menjaga kendaraan di salahsatu minimarket di kawasan Jakarta, Rabu (8/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) |
"Karena itu kepada anggota kami, saya selalu mengingatkan, taati aturan yang berlaku di daerah tersebut," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto membantah wacana yang menyebut dirinya ingin menutup gerai ritel modern yang beroperasi di desa. Ia menegaskan, hanya pemberian izin ekspansi di desa yang harus disetop untuk ritel modern.
"Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silakan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silakan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang disetop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa," kata Yandri, dikutip dari Instagram resminya @yandri_susanto, Jumat (27/2/2026).
Yandri menambahkan, gerai ritel modern yang sudah berjalan di desa silakan tetap beroperasi. Namun Yandri menegaskan, Kopdes Merah Putih harus dimuliakan mengingat 20% keuntungan akan dikembalikan sebagai pendapatan asli desa.
"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak. yang kita setop itu, maka saya menggunakan bahasa setop, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru. Kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat keuntungannya nanti dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20% keuntungan kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa," jelas Yandri.
Sementara itu, Menteri Koperasi (Menkop) juga menjelaskan, ritel modern di desa membuat perputaran uang kurang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa, sehingga ekspansi gerai baru perlu dievaluasi. Dengan adanya Kopdes di desa, maka perputaran uang akan digunakan oleh masyarakat desa itu sendiri.
"Kenapa harus koperasi desa? Karena koperasi desa ini milik masyarakat desa, jadi kalau ada untung dari koperasi desa yang melaksanakan kegiatan ritel, uangnya akan muter di desa yang notabene orang desa, bukan ke Jakarta," kata Ferry dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).
Meski begitu, kehadiran ritel modern di desa tetap harus dihormati, karena telah memberikan lapangan kerja yang cukup. Namun untuk membuka izin baru, pihaknya mengatakan agar lebih melihat kondisi yang ada, terutama di desa-desa.
"Kalau sudah terlanjur berdiri ritel modernnya, ya sudah enggak apa-apa, kita tetap hormati, tapi terhadap keinginan ekspansi apalagi ke desa, inget-inget yang lain, ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat desa," ujarnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Aktivitas seorang warga menjaga kendaraan di salahsatu minimarket di kawasan Jakarta, Rabu (8/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)