Menkop Bandingkan Keunggulan Kopdes dengan Alfamart-Indomaret Cs
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan keunggulan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes dibandingkan dengan ritel modern. Ferry mengatakan keunggulan Kopdes yakni segala bentuk usaha berasal dari desa dan untuk desa, sehingga dengan adanya Kopdes, maka dapat menggerakan perekonomian desa itu sendiri.
"Kenapa harus koperasi desa? Karena koperasi desa ini milik masyarakat desa, jadi kalau ada untung dari koperasi desa yang melaksanakan kegiatan ritel, uangnya akan muter di desa yang notabene orang desa, bukan ke Jakarta," kata Ferry dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).
Sementara ritel modern, pergerakan uangnya tidak untuk desa di sekitar ritel modern berdiri, melainkan berputar di kota besar, di mana kantor pusat ritel modern berdiri.
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
"Kalau ritel modern, itu uang larinya ke Jakarta, bukan ke desa, itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mau menyelesaikan masalahnya," lanjut Ferry.
Meski begitu, kehadiran ritel modern di desa tetap harus dihormati, karena telah memberikan lapangan kerja yang cukup. Namun untuk membuka izin baru, pihaknya mengatakan agar lebih melihat kondisi yang ada, terutama di desa-desa.
"Kalau sudah terlanjur berdiri ritel modernnya, ya sudah enggak apa-apa, kita tetap hormati, tapi terhadap keinginan ekspansi apalagi ke desa, inget-inget yang lain ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat desa," ujarnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)