40% Mal di Jakarta Numpuk di Kawasan Ini, Jenisnya Tak Cuma 1
Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat perbelanjaan masih menjadi bagian penting dari lanskap perkotaan Jakarta. Meski tren belanja online terus berkembang, mal tetap menjadi magnet bagi masyarakat, baik untuk berbelanja maupun bersosialisasi.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, jumlah pusat ritel di Jakarta sebenarnya cukup besar jika dilihat dari sisi ekosistem layanan yang diberikan kepada pengunjung.
Ia menilai pendekatan melihat mal tidak hanya sekadar menghitung jumlah bangunan, tetapi juga memahami fungsi dan cakupan pasar yang dilayani oleh pusat ritel tersebut.
"Kalau boleh saya menjawabnya dengan analogi, jadi bukan sekadar menyebutkan angka secara literal. Esensi dari satu pusat ritel adalah memberikan layanan jual beli secara langsung kepada end user atau pengunjungnya," ujar Syarifah dalam konpers Knight Frank, Kamis (26/2/2026).
Setiap pusat ritel memiliki cakupan layanan atau catchment area yang berbeda-beda, tergantung dari kelas dan fungsi mal tersebut. Secara umum pusat ritel terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan jangkauan pasarnya.
"Retail itu memiliki kelas mulai dari neighborhood retail, kemudian local retail, city retail, hingga regional retail. Masing-masing memiliki cakupan layanan yang berbeda," jelasnya.
Syarifah menuturkan, neighborhood retail umumnya melayani kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan permukiman dengan jangkauan yang relatif kecil.
"Untuk neighborhood retail biasanya melayani kebutuhan populasi dalam radius sekitar lima kilometer, biasanya berada di sekitar kawasan perumahan," katanya.
Sementara itu, pusat ritel dengan skala yang lebih besar memiliki jangkauan yang jauh lebih luas bahkan melampaui batas kota.
"Untuk yang regional retail, pengunjungnya tidak hanya dari satu kota saja tetapi bisa datang dari kota lain bahkan dari mancanegara," lanjutnya.
Fenomena ini juga terlihat di Jakarta. Beberapa pusat perbelanjaan di ibu kota memiliki daya tarik yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah. Beberapa pusat perbelanjaan kelas atas yang kerap menjadi tujuan wisata belanja, seperti Senayan City dan Plaza Indonesia.
"Di akhir pekan kita sering melihat pengunjung dari luar kota datang ke beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, misalnya ke Senayan City atau Plaza Indonesia, bahkan juga ke kawasan Pondok Indah," ujarnya.
Distribusi pusat perbelanjaan di Jakarta juga tidak merata. Kawasan Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi mal terbesar.
"Kalau kita lihat distribusinya, memang paling banyak berada di Jakarta Selatan. Sekitar 40% retail existing saat ini berada di wilayah tersebut karena dekat dengan kantong-kantong permukiman," tuturnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]