Mal Mendadak Sepi Jelang Lebaran, Bos Pengusaha Kasih Penjelasan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha pusat perbelanjaan atau mal buka suara soal kondisi mal jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/ Lebaran 2026.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, penjualan di mal beberapa hari menjelang Lebaran cenderung sepi karena masyarakat sedang melakukan mudik. Namun setelah Lebaran, kondisi mal bisa kembali normal bahkan lebih meningkat dari biasanya.
"Mulai hari ini, penjualan akan sedikit melandai dan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan akan meningkat kembali pada saat libur Idulfitri, terutama akan terjadi mulai Idulfitri hari kedua setelah masyarakat merayakan dan bersilaturahmi bersama keluarga, saudara, kerabat dan lainnya," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/3/2026).
Alphonzus menambahkan, okupansi dan penjualan mal pada Ramadan tahun ini terbilang cukup baik. Puncak penjualan saat Ramadan 2026 terjadi pada pekan lalu, ditopang kenaikan pemesanan atau booking restoran di mal karena adanya agenda buka puasa bersama.
"Puncak penjualan pada saat Ramadan 2026 ini telah terjadi pada akhir pekan lalu dan juga akhir pekan kemarin yaitu sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik," lanjut Alphonzus.
Ia menjelaskan, pada Ramadan, hampir semua kategori produk dan barang mengalami peningkatan penjualan. Namun pada Lebaran nanti, pola belanja akan berubah, masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman serta hiburan.
"Hampir semua kategori produk dan barang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Pola belanja akan berubah menjelang Idulfitri dan pada saat libur Idulfitri di mana masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman serta hiburan," jelasnya.
Dia memprediksi, tingkat kunjungan masyarakat ke mal pada Ramadan dan Lebaran tahun ini akan meningkat 10% - 15% dibandingkan dengan tahun lalu.
"Diperkirakan rata - rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan menjelang dan pada saat Ramadan dan Idulfitri akan meningkat sekitar 10-15% dibandingkan dengan tahun lalu," terangnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]