MARKET DATA
Internasional

Dua Tokoh Muslimah AS Mau Dideportasi Trump, Ada Apa?

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
27 February 2026 02:30
Foto kolase Rashida Tlaib dan Ilhan Omar. (Dok. AFP & AP Photo)
Foto: Foto kolase Rashida Tlaib dan Ilhan Omar. (Dok. AFP & AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut deportasi segera terhadap dua anggota Kongres perempuan Muslim, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, pada Rabu. Tuntutan ini muncul setelah kedua politisi tersebut mencoba meneriaki Trump dalam pidato kenegaraan "State of the Union".

Langkah keras ini disampaikan Trump melalui unggahan panjang di platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia mengecam perilaku kedua anggota legislatif tersebut yang dianggapnya telah merusak citra negara.

"Ketika orang-orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi Bengkok dan Korup yang sangat buruk bagi Negara kita, kita harus memulangkan mereka secepat mungkin," tulis Trump dalam unggahannya dikutip Middle East Monitor, Kamis (26/2/2026).

Meskipun Trump menuntut deportasi, secara hukum kedua wanita tersebut tidak memenuhi syarat untuk dipulangkan ke negara leluhur mereka. Omar memang lahir di Somalia, namun ia telah menjadi warga negara AS selama hampir tiga dekade, sementara Tlaib merupakan warga Amerika keturunan Palestina yang lahir di Detroit, Michigan, sehingga ia merupakan warga negara AS seumur hidup.

Ketegangan bermula pada Selasa malam saat Trump memberikan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres. Tlaib dan Omar berulang kali meneriaki Trump sebagai bentuk protes atas kematian warga Amerika di tangan petugas imigrasi di bawah pemerintahannya.

"Anda telah membunuh orang Amerika!" teriak kedua anggota parlemen tersebut sesaat sebelum mereka memutuskan untuk keluar dari ruang sidang House of Representatives.

Merespons ancaman Trump, Rashida Tlaib melalui platform media sosial X menyatakan bahwa tindakan sang presiden merupakan bentuk ketidakmampuan dalam menerima kritik dari perempuan Muslim. Ia bahkan menyertakan tagar dalam bahasa Arab yang berarti raja yang gila.

"Tidak tahan melihat dua Muslimah menjawab dan mengoreksinya sehingga sekarang dia mengamuk. #PresidentMajnoon," tulis Tlaib.

Tidak hanya menyerang anggota Kongres, Trump juga memperluas serangannya kepada aktor pemenang Academy Award dua kali, Robert De Niro. Aktor kawakan tersebut memang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kebijakan-kebijakan Trump.

"Orang sakit dan gila lainnya yang, saya yakini, memiliki IQ sangat rendah, yang sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan atau katakan. Ketika saya melihatnya menangis semalam, seperti yang dilakukan seorang anak kecil, saya menyadari bahwa dia mungkin lebih sakit daripada si Gila Rosie O'Donnell, yang saat ini berada di Irlandia mencoba mencari tahu bagaimana cara kembali ke Amerika Serikat kita yang indah. Satu-satunya perbedaan antara De Niro dan Rosie adalah bahwa dia mungkin sedikit lebih pintar darinya, yang sebenarnya tidak berarti banyak," tulis Trump.

Serangan ini diduga merupakan respons atas pernyataan De Niro dalam podcast MS Now yang diterbitkan pada hari Senin. Dalam kesempatan tersebut, De Niro menyebut sang presiden sebagai ancaman nyata bagi stabilitas negara.

"Dia adalah musuh negara ini, mari kita tidak membohongi diri sendiri. Dia tidak akan pernah pergi. Kita harus membuatnya pergi. Anda lihat, dia bercanda sekarang tentang menasionalisasi pemilu-dia tidak bercanda. Kita sudah cukup melihat. Dan semua orang mengkhawatirkannya, tapi dia sungguh-sungguh," ujar De Niro.

(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang Baru Trump Makin Ngeri, Jet Bomber Turun-Negara Deportasi Warga


Most Popular
Features