MARKET DATA
Internasional

Taipan Buah Tewas Ditembak-Dibuang ke Hutan, Dipicu Utang Sound System

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
26 February 2026 07:40
Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pengusaha buah kenamaan di Thailand, Thassana Boonui, ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil pikap miliknya di dekat kawasan hutan bakau, Provinsi Trat. Korban ditemukan pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat dengan luka tembak tepat di bagian mata.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bahwa sejumlah barang berharga milik korban telah raib. Barang-barang yang hilang tersebut meliputi sebuah ponsel pintar serta kalung emas seberat lima baht atau sekitar 76 gram yang ditaksir bernilai 375.000 baht (Rp 202,5 juta).

Penyelidik mengungkapkan bahwa penemabakan dilakukan Chakkrit "Nueng" Sunet (33). Pelaku berhasil diringkus di Chanthaburi pada pukul 21.00 di hari yang sama dengan penemuan jasad korban.

Saat ini, tersangka telah ditahan di kantor polisi kota Trat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Chakkrit telah menunjukkan lokasi pembuangan senjata api kepada petugas pada Rabu kemarin.

Dalam keterangannya terkait kejadian sebelum penembakan terjadi, Chakkrit menyebut berada bersama korban di dalam sebuah kendaraan yang sama. Keduanya terlibat adu mulut hebat yang dipicu oleh masalah utang piutang yang telah lama menumpuk.

"Dalam keterangannya kepada penyidik, tersangka mengaku bahwa perselisihan finansial tersebut berawal dari transaksi jual beli speaker dan peralatan audio. Tersangka diketahui memiliki utang kepada korban sebesar 300.000 hingga 400.000 baht (Rp 162 juta hingga Rp 216 juta), dan jumlah itu terus membengkak karena bunga majemuk," ujar penyidik dikutip Bangkok Post.

Ketegangan mencapai puncaknya saat Chakkrit kehilangan kendali di tengah perdebatan tersebut. Ia kemudian mengeluarkan pistol kaliber .38 dan menembak mati Thassana di tempat, sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Setelah mengeksekusi korban, Chakkrit berupaya menghilangkan jejak dengan membuang ponsel korban ke sebuah sungai kecil yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Senjata api yang digunakannya pun turut dibuang di area yang berjarak 200 meter dari posisi awal mobil korban ditemukan.

Pelarian Chakkrit berakhir setelah polisi melacak transaksi penjualan emas mencurigakan di wilayah tersebut yang dilakukan oleh istrinya. Pihak berwenang menyebut sang istri menjual kalung emas milik korban tanpa mengetahui bahwa perhiasan tersebut berasal dari hasil kejahatan suaminya.

Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini dan meyakini sepenuhnya bahwa motif pembunuhan tersebut murni terkait sengketa utang pribadi. Pihak keluarga mengaku tidak memiliki kekhawatiran lebih lanjut mengenai jalannya kasus ini setelah tersangka tertangkap.

(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Polisi Pengawal Presiden Tewas Dibunuh Pakai Panah, Ini Pelakunya


Most Popular
Features