Video: Diplomasi Energi, RI Bisa Manfaatkan Teknologi Nuklir AS-Jepang
Jakarta, CNBC Indonesia- Berdasarkan kesepakatan dagang RI-AS dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal " Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance", Pemerintah Indonesia sepakat untuk melakukan impor energi termasuk minyak mentah, LPG, dan BBM dari Amerika Serikat senilai USD 15 Miliar setiap tahun.
Diharapkan impor energi RI dari AS bisa menarik transfer teknologi hulu migas sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengerek produksi migas guna meningkatkan ketahanan energi sekaligus mendorong transisi energi.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha menyebutkan upaya memanfaatkan kerjasama RI-AS bisa membawa transfer teknologi yang antaranya teknologi low carbon yang dapat digunakan dapat menekan harga CCS (Carbon Capture and Storage) dan CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage).
Selain itu RI bisa ikut mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLNT) dari AS hingga China, Jepang dan Rusia sebagai bagian dari kerjasama dagang dan transfer teknologi.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 25/02/2026)
Add
source on Google