MARKET DATA
Internasional

Jenderal Tertinggi AS Sebut Ada Risiko Akut Bila AS Serang Iran

sef,  CNBC Indonesia
24 February 2026 21:30
Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine. (JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Foto: Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine. (JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jenderal tertinggi Amerika Serikat (AS) memperingatkan akan risiko akut jika negeri itu menyerang Iran. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengeluarkan peringatan bahwa kurangnya amunisi dan dukungan dari sekutu dapat berarti "bahaya yang lebih besar" bagi pasukan Amerika.

Hal ini dikatakannya saat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan serangan terhadap Iran. Laporan diungkap pertama kali oleh orang-orang yang mengetahui diskusi internal tersebut, sebagaimana dimuat Washington Post, Senin.

"Ia menyampaikan kekhawatirannya dalam pertemuan di Gedung Putih pekan lalu dengan Trump dan para pembantu utamanya," kata sumber-sumber laman itu, dikutip Selasa (24/2/2026).

"Bahwa operasi besar apa pun terhadap Iran akan menghadapi tantangan karena persediaan amunisi AS telah berkurang secara signifikan akibat dukungan berkelanjutan Washington terhadap Israel dan dukungan untuk Ukraina," muat laman itu.

Pernyataan Caine dalam pertemuan di Gedung Putih itu belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Dalam pertemuan Pentagon bulan ini, Caine juga telah menyampaikan kekhawatiran tentang skala kampanye Iran, kompleksitasnya, dan kemungkinan korban jiwa di pihak AS, kata seorang sumber. Jenderal tersebut mengatakan bahwa operasi apa pun akan menjadi lebih sulit karena kurangnya dukungan sekutu

Dalam sebuah pernyataan, kantor Caine mengatakan bahwa dalam perannya sebagai penasihat militer utama presiden, ketua harus "memberikan berbagai pilihan militer, serta pertimbangan sekunder dan dampak serta risiko terkait, kepada para pemimpin sipil yang membuat keputusan keamanan Amerika". Pernyataan menambahkan, Caine "memberikan pilihan-pilihan ini secara rahasia".

Laporan ini juga dimuat Wall Street Journal. Laman itu menulis baik jenderal tertinggi maupun pejabat Pentagon lainnya telah memperingatkan risiko seperti korban jiwa AS dan sekutu serta bahaya terkurasnya pertahanan udara AS jika pasukannya menyerang Iran.

Sementara itu, media berita Axios mengatakan Caine telah memperingatkan Amerika Serikat "terlibat dalam konflik yang berkepanjangan". Menurut laman itu, negosiator keliling Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, juga telah mendesak presiden untuk menunda serangan dan memberi kesempatan pada diplomasi.

Trump sendiri membantah laporan ini mengutip AFP. Di akun media sosialnya, Truth Social miliknya, Trump menulis itu "100 persen tidak benar" bahwa Caine "menentang kita berperang dengan Iran"

"Jenderal Caine, seperti kita semua, tidak ingin melihat perang, tetapi jika keputusan dibuat untuk menyerang Iran di tingkat militer, menurutnya itu akan menjadi sesuatu yang mudah dimenangkan," tulis Trump.

"Dia tidak berbicara tentang tidak menyerang Iran, atau bahkan serangan terbatas palsu yang telah saya baca, dia hanya tahu satu hal, bagaimana MENANG dan, jika dia diperintahkan untuk melakukannya, dia akan memimpin," jelasnya.

Trump, yang memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu, telah berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer lebih lanjut jika pembicaraan yang sedang berlangsung tidak mencapai kesepakatan nuklir.

Washington telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke Timur Tengah, mengirimkan dua kapal induk serta lebih dari selusin kapal lainnya, sejumlah besar pesawat tempur, dan aset lainnya ke wilayah tersebut.

(sef/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 'Dewa Perang' Trump Kumpulkan Semua Jenderal Top AS, Persiapan Perang?


Most Popular
Features