Awas Xi Jinping Murka, Negara Ini Tendang China dari Pelabuhan Raksasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Panama resmi mencabut kontrak pengelolaan dua pelabuhan utama di sekitar Terusan Panama yang selama lebih dari dua dekade dipegang Panama Ports Company (PPC), anak usaha konglomerat Hong Kong CK Hutchison. Operasi sementara terminal tersebut kini dialihkan kepada raksasa pelayaran global A.P. Moller-Maersk dan Mediterranean Shipping Company (MSC).
Menanggapi keputusan tersebut, CK Hutchison menyatakan telah menghentikan seluruh operasional PPC di kedua terminal sejak Senin (23/2/2026). Perusahaan juga menyebut pengambilalihan oleh pemerintah Panama sebagai tindakan yang melanggar hukum.
"Dekrit eksekutif tersebut tidak sah dan bertentangan dengan kerangka hukum yang berlaku," kata CK Hutchison dalam pernyataannya, seperti dikutip CNBC International, Selasa (24/2/2026).
Konglomerat Hong Kong itu menambahkan akan terus berkonsultasi dengan penasihat hukum internasional terkait putusan pengadilan dan langkah pengambilalihan tersebut, termasuk opsi arbitrase. Sebelumnya, CK Hutchison juga memperingatkan bahwa setiap pihak yang mengoperasikan pelabuhan tanpa persetujuannya berpotensi menghadapi tindakan hukum.
Keputusan tersebut sebelumnya dipublikasikan dalam lembaran resmi pemerintah pada Senin dan meresmikan putusan Mahkamah Agung Panama bulan lalu yang menyatakan konsesi pengelolaan terminal Balboa dan Cristobal bersifat tidak konstitusional. Konsesi tersebut sebelumnya dipegang PPC sejak akhir 1990-an dan diperpanjang pada 2021.
Pemerintah Panama secara resmi mengambil alih kendali seluruh fasilitas pelabuhan, termasuk derek, kendaraan operasional, sistem komputer, hingga perangkat lunak. Langkah ini dilakukan melalui dekrit eksekutif guna memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan tanpa gangguan hingga konsesi baru ditetapkan dalam waktu maksimal 18 bulan.
Berdasarkan pengaturan sementara, APM Terminals, unit usaha Maersk, ditunjuk untuk mengoperasikan Pelabuhan Balboa di sisi Pasifik Terusan Panama. Sementara itu, Terminal Investment Limited, anak usaha MSC, akan mengelola Pelabuhan Cristobal di sisi Atlantik.
Di pasar keuangan, saham CK Hutchison tercatat turun 0,9% pada pembukaan perdagangan Selasa, meski secara year to date masih menguat lebih dari 20%.
Perselisihan ini menjadi sorotan geopolitik global, dengan Panama berada di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait pengaruh atas Terusan Panama.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuding China memiliki pengaruh besar terhadap jalur perdagangan strategis tersebut, tudingan yang turut memicu tekanan politik terhadap pengelolaan pelabuhan di Panama.
Dalam konteks itu, CK Hutchison sempat menegosiasikan penjualan aset pelabuhan non-China senilai US$23 miliar atau sekitar Rp368 triliun kepada konsorsium yang dipimpin BlackRock. Namun, rencana transaksi tersebut ditunda setelah mendapat penolakan dari Beijing.
Pemerintah China bahkan memperingatkan Panama akan menghadapi konsekuensi politik dan ekonomi jika tidak mengubah kebijakannya. Putusan pengadilan Panama ini dipandang sebagai kemenangan strategis bagi Washington, yang berupaya membatasi pengaruh China atas jalur perdagangan global yang vital.
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]