Anggaran Pendidikan Cair Rp56,5 T di Januari 2026, Segini Buat Guru
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah mencairkan anggaran pendidikan sebesar Rp 56,5 triliun atau setara 7,4% dari pagu yang disiapkan sepanjang tahun ini Rp 769,1 triliun.
Nilai belanja khusus anggaran pendidikan yang porsinya 20% dari total belanja negara dalam APBN itu tumbuh sekitar 12,8% dibanding Januari 2025 yang realisasinya hanya Rp 50,1 triliun.
"Detailnya belanja pendidikan ini adalah untuk membiayai ekosistem pendidikan kita," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers realisasi APBN di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Nilai belanja pendidikan terbesar ialah untuk bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan operasional perguruan tinggi neger (BOPTN), dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) senesar Rp 27,8 triliun.
Diikuti dengan pencairan anggaran untuk para siswa dan mahasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 22 triliun.
Sisanya ialah untuk guru atau dosen serta tenaga pendidik lainnya melalui pencairan anggaran untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non ASN senilai Rp 2,6 triliun.
Selain itu, untuk pencairan anggaran pendidikan berdasarkan program utama Presiden Prabowo Subianto, terdiri dari Sekolah Rakyat, hingga Revitalisasi Sekolah dan Madrasah.
Untuk Sekolah Rakyat realisasinya Rp 114,37 miliar dari pagu yang disiapkan Rp 24,9 triliun. Sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi hasil pendirian pada 2026, dan pada 2026 akan ada pembangunan 104 Sekolah Rakyat baru, sehingga total akan beropasi 270 Sekolah Rakyat sampai akhir 2026.
"Ini terutama adalah realisasi untuk proses pendidikan yang berlangsung di sekolah rakyat. Jadi proses pendidikannya jalan terus dan APBN terus men-support," kata Suahasil.
Lalu, untuk Revitalisasi Sekolah dan Madrasah, telah cair Rp 29,3 miliar dari pagu yang disiapkan sepanjang tahun ini Rp 17,6 triliun. Sebanyak 12,5 ribu sekolah direnovasi pada 2025, dan pada 2026 targetnya sebanyak 11,7 ribu sekolah.
"Revitalisasi sekolah dan madrasah juga terus berlangsung, tahun lalu 12.500 sekolah telah dilakukan, tahun ini akan mencapai hampir 12.000 sekolah dilakukan revitalisasi juga dengan pagu Rp 17,6 triliun," ungkap Suahasil.
(arj/haa) Add
source on Google