Soal Segel Toko Emas, Purbaya: 'Barang Spanyol', Separuh Nyelundup

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 14:00 WIB
Foto: Menteri keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa berfoto bersama jelang Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Februari 2026, di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan dibalik makin maraknya penyegelan toko emas oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) beberapa waktu terakhir.

Ia menegaskan, berbagai toko emas di kawasan Jakarta yang disegel Ditjen Bea Cukai itu karena barang yang mereka dagangkan tidak memenuhi kewajiban pembayaran bea masuk.

"Ya barangnya Spanyol (sparo nyolong), separuh nyelundup lah. Artinya ada yang 100% enggak bayar bea masuk, ada yang 50%, ada yang 25% nanti dilihat sama orang bea cukai seperti apa," kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).


Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui total kerugian negara akibat barang-barang impor emas perhiasan yang diperdagangkan berbagai toko emas di Jakarta itu.

Ia hanya menegaskan, pemerintah akan menindak seluruh aktivitas ekonomi yang ilegal, apalagi dijalankan dengan secara terang-terangan yang menandakan mereka menganggap pemerintah tidak mampu bertindak.

"Total kerugian belum saya dapat laporannya. Tapi ke depan pasti akan kita lihat seperti apa. Jadi, kalau kata orang-orang itu, orang-orang lapangan itu sudah nyolong, habis itu jualnya depan kita gagah-gagahan, kan itu seperti menghina pemerintah," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Setelah menyegel tiga toko Tiffany & Co di tiga pusat perbelanjaan mewah Jakarta beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta kembali melakukan penyegelan terhadap toko perhiasan mewah Toko Bening Luxury Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menkeu Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai, Sebagian Dirumahkan