Ini Penyebab Harga Ayam Rp22.000 di Peternak, Jadi Rp42.000 di Pasar

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 12:50 WIB
Foto: Hasil pemantauan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025) pagi, harga daging ayam meroket tajam. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap penyebab utama mahalnya harga daging ayam ras di tingkat konsumen bukan berasal dari sisi produksi, melainkan dari rantai distribusi dan perilaku pedagang di pasar yang mengambil margin berlebih, terutama menjelang Ramadan.

Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementan Makmun mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga ayam di tingkat produsen relatif stabil dan bahkan berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Namun, harga melonjak ketika sudah masuk ke pasar tradisional.

"Kalau dari stok secara nasional ini memang tidak ada masalah," ujar Makmun dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (23/2/2026).


Ia mencontohkan temuan Kementan saat turun langsung ke pasar di Jawa Barat. Di tingkat kandang di Subang, harga ayam hidup tercatat Rp22.000-Rp23.000 per kilogram (kg). Harga tersebut naik menjadi sekitar Rp26.000 per kg setelah sampai di pasar karena proses pemotongan dan pembersihan, yang masih dinilai wajar dalam rantai pasok.

Namun, harga kembali melonjak saat dijual ke konsumen.

"Begitu di pasar terima Rp26.000 (per kg) dalam kondisi bersih, dijualnya Rp42.000 (per kg)," katanya.

Menurut perhitungan Kementan, dengan konversi karkas sekitar 70%, harga jual Rp38.000 per kg kepada konsumen sebenarnya sudah memberikan keuntungan yang cukup bagi pedagang. Kenaikan hingga Rp42.000 per kg dinilai mencerminkan pengambilan margin yang terlalu tinggi.

"Padahal dijual Rp38.000 per kg saja masih ada untung sekitar Rp4.000-Rp5.000 per kilo bagi pedagangnya. Ini saya kira mungkin yang perlu langkah bersama-sama, begitu," kata Makmun.

Foto: Materi paparan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendagri)
Materi paparan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendagri)

Kondisi tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras di berbagai daerah. Hingga minggu ketiga (M3) Februari 2026, sebanyak 198 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH daging ayam ras. Secara nasional, rata-rata harga daging ayam ras tercatat naik 1,65% dibandingkan Januari 2026 dan berada di atas HAP konsumen Rp40.000 per kg.

BPS juga mencatat, kenaikan IPH daging ayam ras terjadi di sekitar 55% wilayah Indonesia, meskipun pasokan dinilai relatif aman. Disparitas harga antar wilayah masih terlihat, dengan harga terendah sekitar Rp25.000 per kg dan harga tertinggi mencapai Rp100.000 per kg di wilayah Papua.

Makmun menilai, salah satu kendala pengendalian harga adalah persepsi sebagian pemerintah daerah yang menganggap kenaikan harga menjelang Ramadan sebagai hal wajar, sehingga respons stabilisasi menjadi terlambat.

"Teman-teman di daerah kalau harganya di atas HAP, karena bulan Ramadan menganggap biasa," ucap dia.

Kementan juga menemukan pola serupa pada komoditas daging sapi, di mana harga di tingkat feedloter tercatat sekitar Rp55.000 per kg bobot hidup, namun melonjak signifikan saat sampai ke pasar, mencapai Rp150.000 per kg

"Artinya tidak mungkin harganya itu sampai Rp150 ribu per kg, kalau ini kita sama-sama kendalikan," kata Makmun.

Untuk menekan harga, Kementan telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan pemerintah daerah, serta akan mengumpulkan asosiasi pedagang dan bandar di sejumlah wilayah guna mengharmoniskan margin perdagangan.

Sementara itu, untuk komoditas telur ayam ras, Kementan memastikan harga rata-rata secara nasional sudah kembali turun dan berada di bawah HAP di tingkat konsumen Rp30.000 per kg.

"Kalau telur alhamdulillah ini semua dari pemantauan kami sudah turun di bawah HAP," pungkasnya.

Foto: Tangkapan layar paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (23/2/2026).
Tangkapan layar paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (23/2/2026).


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Harga Daging Ayam - Cabai Melonjak Sambut Ramadan, Apa Sebabnya?