MARKET DATA

Nego Tarif Dagang dengan Trump, RI Tawarkan Impor Minyak US$ 15 Miliar

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
18 February 2026 12:35
Foto : REUTERS/Lucas Jackson/
Foto: REUTERS/Lucas Jackson/

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS). Rombongan Presiden Prabowo tiba di AS pada Selasa (17/2/2026).

Prabowo akan membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi melalui beberapa perundingan serta perjanjian dagang. Dalam perjanjian dagang tersebut salah satunya adalah tentang kerja sama terkait minyak dan gas bumi (migas) antara AS dan Indonesia.

"Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri," tulis @sekretariat.kabinet dalam Instagram resminya, dikutip Rabu (18/2/2026).

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan salah satu kesepakatan yang disetujui dalam perjanjian itu adalah pembelian beberapa produk energi senilai US$ 15 miliar dari AS.

"Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan," kata Bahlil, usai Rapat Terbatas (Ratas), di Istana Negara, Rabu (11/2/2026).

Menurut Bahlil, hal itu akan menjadi bagian yang menjadi pembahasan saat Presiden berkunjung ke AS. Adapun hal lain yang akan dibahas yaitu kerja sama bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia di sektor pertambangan, meski dia tidak membeberkan lebih lanjut.

"Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau biarkan mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan kritikal mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif," kata Bahlil.

"Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat. Dan kalau mereka Insya Allah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana kunjungan Presiden ke AS ini juga akan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace.

"Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 (Februari), dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pujian Trump untuk Prabowo: Sosok Luar Biasa dari Indonesia


Most Popular
Features