Economic Outlook 2026

Danantara Wajibkan BUMN Kapal: ASDP, Pelni-PIS Bikin Kapal di PT PAL!

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 12:20 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mewajibkan para BUMN sektor pelayaran untuk membuat kapal di PT PAL Indonesia (Persero). Kewajiban tersebut ditujukan pada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelni (Persero), hingga PT Pertamina International Shipping (PIS).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan bahwa seluruh kebutuhan pengadaan kapal dari entitas-entitas tersebut harus dipenuhi oleh galangan kapal domestik, yakni PT PAL Indonesia.

"Tahun ini kita melakukan merger 5 perusahaan perkapalan kita menjadi PT PAL dan harus selesai. Kuartal 1 tahun 2026 kemudian saya mewajibkan Pelni, ASDP, dan PIS wajib bikin kapalnya di PT PAL. Tujuannya apa? Sama, supaya industri menjadi hidup," ujar Dony dalam acara Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia, dikutip Kamis (12/2/2026).


Kebijakan tersebut diambil lantaran pemerintah ingin memastikan adanya keberpihakan terhadap industri manufaktur lokal. Jika tidak ada kewajiban penyerapan produk dalam negeri, industri seperti perkapalan tidak akan bisa berkembang dan bersaing secara mandiri.

"Kalau tidak ada keberpihakan sampai kapan industri kita hidup. Kalau itu dilakukan tidak dengan keberpihakan terhadap industri kita, ini tidak akan terjadi dampak ekonominya," tegasnya.

Di samping itu, Danantara juga tengah mendorong proses penggabungan atau merger lima perusahaan galangan kapal BUMN menjadi satu entitas di bawah PT PAL. Konsolidasi tersebut tidak lain agar kapasitas produksi dan efisiensi operasional dapat segera ditingkatkan untuk melayani pesanan dari dalam negeri.

"Kita sedang menyelesaikan seluruh problematika daripada pengelolaan BUMN ini sehingga ke depan BUMN menjadi perusahaan yang betul-betul termasuk tidak hanya dari bisnisnya," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dony Oskaria Buka-bukaan Transformasi & Target Laba BUMN 2026