Maaf Boikot Ga Mempan, McDonald's Cuan Rp 110 T-Ini Senjatanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa makanan cepat saji atau fast food McDonald's membukukan kinerja keuangan di atas ekspektasi pasar pada kuartal IV tahun 2025. Ini seiring strategi menu murah dan promosi bernilai yang berhasil menarik kembali pelanggan.
Perusahaan melaporkan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar US$3,12, melampaui perkiraan analis sebesar US$3,05. Sementara itu, pendapatan mencapai US$7 miliar atau sekitar Rp110,6 triliun, lebih tinggi dari estimasi Wall Street sebesar US$6,84 miliar.
Secara nominal, McDonald's mencatat laba bersih US$2,16 miliar atau sekitar Rp34,1 triliun. Laba naik dari US$2,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO McDonald's Chris Kempczinski mengatakan strategi perusahaan yang menitikberatkan pada keterjangkauan terbukti efektif di tengah tekanan daya beli konsumen. "Dengan mendengarkan pelanggan dan mengambil tindakan, kami telah meningkatkan kunjungan pelanggan dan memperkuat persepsi nilai serta keterjangkauan," ujar Kempczinski dalam pernyataan resmi, seperti dikutip CNBC International, Kamis (12/2/2026).
Dari sisi operasional, penjualan di gerai yang sama (same-store sales) McDonald's tumbuh 5,7%, jauh melampaui proyeksi pasar sekitar 3,9%. Di Amerika Serikat (AS), pertumbuhan bahkan mencapai 6,8%, berbalik arah dari kontraksi tahun lalu yang sempat tertekan isu wabah E. coli.
Manajemen menyebut sejumlah promosi menjadi pendorong utama lonjakan tersebut. Termasuk peluncuran kembali Extra Value Meals yang menawarkan diskon sekitar 15%, serta kampanye musiman seperti Grinch Meal dan program Monopoly.
Chief Financial Officer McDonald's Ian Borden mengungkapkan popularitas Grinch Meal bahkan membawa dampak di luar perkiraan. "Promosi Grinch Meal menjadi katalisator hari penjualan tertinggi McDonald's sepanjang sejarah," kata Borden.
Di pasar internasional, kinerja juga solid. Segmen pasar internasional yang dioperasikan perusahaan, termasuk Jerman dan Australia, mencatat pertumbuhan penjualan di toko yang sama sebesar 5,2%, sementara pasar internasional berlisensi tumbuh 4,5%.
Meski memulai 2026 dengan tren positif, manajemen memperkirakan pertumbuhan kuartal pertama akan lebih moderat. Hal tersebut dipengaruhi cuaca ekstrem musim dingin di AS yang sempat menekan lalu lintas pelanggan dan memicu penutupan restoran sementara.
(tfa/tfa)