Bukan Pengawet, Eksperimen Ungkap Alasan Burger McD Lebih Tahan Lama

dem,  CNBC Indonesia
29 January 2026 20:30
Don Gorske orang pelahap burger terbanyak. (Dok. guinnessworldrecords)
Foto: Don Gorske orang pelahap burger terbanyak. (Dok. guinnessworldrecords)

Jakarta, CNBC Indonesia - Daging burger yang digunakan oleh restoran cepat saji seperti McDonald's punya keunikan dibanding daging biasa karena mampu tahan lebih lama sebelum membusuk. Ternyata, ada beberapa faktor yang menyebabkan daging fast food lebih awet.

J. Kenji Lopez-Alt, seorang koki dan pengelola blog Serious Eats, sempat memaparkan hasil eksperimennya dengan daging McD untuk mencari penyebab daging tersebut lebih awet.

Ia punya lima hipotesis, yang semuanya berhubungan dengan cara menghambat pertumbuhan jamur pada makanan. Hipotesis pertama adalah penggunaan bahan pengawet di dalam daging dan roti burger. Kemudian, kandungan garam yang tinggi serta kelembaban yang sangat rendah. Lalu, daging yang diproses tanpa kontak dengan organisme lainnya. Terakhir, tidak adanya udara dalam proses disiapkannya burger.

Dua hipotesis terakhir dinyatakan mustahil karena tidak mungkin burger disiapkan dalam kondisi steril dan kedap udara. McD juga telah menegaskan bahwa daging burger mereka seluruhnya terbuat dari daging sapi sehingga tidak ada bahan pengawet untuk mencegah munculnya jamur.

Untuk memastikan daging McDonald's sama dengan daging lainnya, Lopez-Alt mencoba menggunakan kombinasi roti dan daging McD dengan roti dan daging buatannya. Beberapa daging burger ditambahkan garam, beberapa tidak. Ia juga mencoba beberapa cara pengemasan. Tangannya tidak pernah menyentuh langsung bahan baku burger, dan proses pembuatannya dilakukan di ruangan terbuka.

Tiga pekan kemudian, burger McDonald's belum membusuk, begitu juga dengan burger buatannya sendiri. Daging burger yang dibuat tanpa garam tidak tampak jauh berbeda dengan daging garam ekstra. Artinya, garam bukan faktor penentu keawetan daging burger.

Kunci utamanya, menurut IFL Science, sepertinya adalah tingkat kelembaban. Tiap burger massanya berkurang seperempat dalam sepekan. Hal ini mengindikasikan proses mengering.

Tanpa kelembaban, jamur tak bisa tumbuh. Daging McDonald's yang tipis dengan area permukaan luas lebih cepat mengering sebelum proses pembusukan dimulai. Prinsip yang sama digunakan dalam pembuatan dendeng. Oleh karena itu, burger McDonald's membusuk dalam sepekan jika dibungkus dengan kantong plastik.

Dalam sebuah video di Buzzfeed ditampilkan beberapa daging burger dalam kontainer kedap udara dari restoran yang berbeda membusuk dengan waktu yang berbeda. Dalam 30 hari, tampak bahwa burger McD tampak paling tak berubah dibanding burger dari restoran lain.

IFL Science memperkirakan perbedaan itu timbul karena perbedaan bahan baku yang menyebabkan proses lembab yang berbeda. Kemungkinan lain adalah tiap burger memiliki perbedaan waktu "mengering." Awetnya burger McD tidak berarti burger lainnya "lebih alami."

Namun, bukan berarti McD adalah restoran sehat. Mayoritas makanan di McD memiliki kandungan garam lebih tinggi dari setengah rekomendasi konsumsi harian dari WHO. Minuman yang dijual di McD juga melampaui rekomendasi WHO 25 gram gula per hari.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features