Dubes Iran Buka-bukaan soal Nego dengan AS, Terungkap Masalah Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran saat ini tengah mengupayakan jalur dialog dan negosiasi dengan Amerika Serikat. Meski proses diplomasi berjalan, Boroujerdi menekankan adanya krisis kepercayaan yang mendalam terhadap komitmen Washington.
Langkah negosiasi ini diambil sebagai upaya Iran untuk menjaga stabilitas kawasan yang terus bergejolak. Namun, pihak Teheran menyatakan tetap waspada penuh terhadap segala kemungkinan tindakan militer atau sanksi baru dari pihak Barat.
"Kami mencoba berbicara dengan AS, namun kami tidak mempercayai mereka. Terakhir kali kami berbicara dengan mereka, di tengah-tengah negosiasi, mereka menyerang Iran," ujar Boroujerdi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Iran tidak menyukai peperangan dan lebih mengutamakan perdamaian serta keamanan di kawasan. Namun, Dubes Boroujerdi memberikan peringatan bahwa negaranya telah bersiap untuk mempertahankan diri jika diplomasi gagal.
Kesiapan militer Iran dipandang sebagai langkah antisipasi agar kedaulatan negara tidak terganggu selama proses perundingan berlangsung. Boroujerdi berharap pihak Amerika Serikat menunjukkan keseriusan kali ini agar hasil yang konkret dapat dicapai.
"Jika mereka serius, kami akan sangat senang. Kami kuat, tetapi kami tidak suka melawan siapa pun," tambah Boroujerdi untuk mempertegas posisi defensif Iran.
Pemerintah Iran juga menyoroti dampak ekonomi dari tekanan sanksi yang terus membayangi rakyatnya. Boroujerdi mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi Iran berpengaruh besar terhadap pasar energi global sebagai produsen minyak dan gas utama.
Ia menutup penjelasan dengan menyatakan bahwa Iran tidak akan tunduk pada gertakan dari luar negeri. Bagi Teheran, kemandirian nasional tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar dalam meja negosiasi mana pun.
"Tapi kami tidak akan membiarkan siapa pun mendikte kami berapa persen atau bagaimana kami bisa memiliki pengayaan atau bagaimana kami tidak bisa. Ini adalah negara yang merdeka, bebas, dan kuat yang memutuskan untuk dirinya sendiri, sama seperti Indonesia dan negara merdeka lainnya," tandasnya.
(tps/luc)