Bos Jababeka Tunjuk Bukti Jawa Sudah Padat dan Tenaga Kerja Mahal
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pengembang kawasan industri mengungkapkan Pulau Jawa kini sudah padat. Ini menyebabkan harga tanah terus naik dari waktu ke waktu. Belum lagi biaya tenaga kerja yang makin mahal.
Ini menjadi dilema para pengusaha untuk membangun pabrik di Pulau Jawa. Sementara di luar Pulau Jawa, harga tanah dan tenaga kerja masih murah namun aksesnya cukup sulit.
Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono mencontohkan harga tanah di Bekasi dan Cikarang, Jawa Barat dalam 30 tahun terakhir naik 1.000 kali lipat. Sedangkan biaya tenaga kerja dalam 37 tahun terakhir sudah naik 60 kali lipat.
Bukan hanya di Cikarang, hal yang sama juga terjadi di Kendal, Jawa Tengah. Dimana harga tanah dalam 10 tahun terakhir naik 30 kali lipat. Sedangkan biaya tenaga kerja juga naik signifikan.
"Jadi Pulau Jawa udah padat, tanaga kerja mahal, harus keluar Pulau Jawa karena infrastruktur mahal sekali," kata dia di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dengan Pulau Jawa yang sudah padat dan tenaga kerja mahal, sangat sulit bagi industri padat karya untuk membangun pabrik. Jalan satu-satunya adalah keluar dari Pulau Jawa.
Namun sayangnya, kawasan industri yang dibangun para pengembang di luar Pulau Jawa masih minim. Menurut Setyono perlu ada kebijakan strategis dari pemerintah seperti ada kepastian hukum, pemberian insentif serta pembangunan akses infrastruktur agar mampu menarik investor.
Kemudian pemerintah juga perlu menyediakan sumber daya manusia yang mumpuni. Sebab, salah satu kesulitan perusahaan setelah membangun kawasan industri adalah sulitnya mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai.
"Kedua skill worker, UMR naik udh itu juga skillnya tidak selalu siap pakai. Berarti kawasan industri itu nggak mudah," jelasnya.
(wur/wur)