Pegadaian Pastikan Ketersediaan Emas di Tengah Lonjakan Permintaan
Jakarta, CNBC Indonesia- Pegadaian menginformasikan kepada seluruh nasabah dan masyarakat bahwa emas yang dititipkelolakan di Pegadaian dijamin sepenuhnya (underlying asset) dengan rasio 1:1 (satu banding satu). Setiap gramasi transaksi produk investasi emas Pegadaian (Tabungan Emas dan Cicil Emas) dijamin dengan emas fisik yang setara.
Emas fisik tersebut disimpan dalam brankas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional serta diaudit secara berkala oleh regulator dan pengawas (Otoritas Jasa Keuangan).
"Tingginya lonjakan permintaan nasabah akan emas fisik dalam waktu yang bersamaan menyebabkan terjadinya antrean panjang untuk proses pengajuan cetak dan pengambilan emas fisik. Saat ini Pegadaian terus melakukan optimalisasi pencetakan emas fisik sesuai dengan permintaan denominasi atau gramasi emas dari nasabah, dimana membutuhkan waktu untuk proses produksi dan distribusi," tulis Pegadaian dalam pernyataannya dikutip Senin (9/2/2026).
Sebagai bentuk komitmen, Pegadaian segera melakukan pemenuhan permintaan emas fisik nasabah dengan meningkatkan kapasitas produksi dan percepatan distribusi. Diharapkan pada akhir Februari 2026 seluruh permintaan emas fisik yang tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah.
Bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, likuiditas emas di Pegadaian aman dan terjamin, nasabah dapat melakukan transaksi gadai atau buyback Tabungan Emas melalui layanan outlet maupun aplikasi TRING!.
Pegadaian pun mengimbau kepada seluruh nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan tidak khawatir untuk berinvestasi emas, serta mengajak masyarakat berinvestasi emas sesuai dengan profil finansial masing-masing, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Pegadaian terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat, dengan memastikan tata kelola yang baik, taat regulasi dan berintegritas. Pegadaian menyampaikan apresiasi atas segala kritik, saran dan masukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan," tutup Pegadaian.
(dpu/dpu)