Apa Kabar Kondisi Pangan Jelang Ramadan? Wamendag Singgung Cuaca
Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri memastikan kondisi harga dan pasokan bahan pokok dalam kondisi terkendali. Kepastian itu disampaikan saat ia meninjau langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).
Dalam pemantauan tersebut, Roro menyebut sejumlah komoditas strategis, mulai dari daging, minyak goreng, hingga sayuran, masih dijual sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Ia juga menegaskan, stok nasional berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran.
"Tadi kita sudah cek harga Minyakita yang merupakan salah satu komoditas yang kita pantau di Kementerian Perdagangan. Hasil dari pemantauan kami, dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di harga Rp15.700 (per liter)," ujarnya.
Namun, Roro mengakui ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya cabai rawit merah. Menurutnya, faktor cuaca yang belum stabil menjadi penyebab utama lonjakan tersebut. Pemerintah, kata dia, akan menelusuri lebih lanjut agar kenaikan harga tidak berlanjut.
"Makanya kita akan coba telusuri. Tapi pada intinya kalau hasil dari kunjungan saya ke beberapa wilayah di Indonesia itu biasanya karena cuaca yang sekarang sedang tidak stabil," kata dia.
Ia mengatakan, menjelang Ramadan biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap kebutuhan pokok. Kondisi ini kerap memberi tekanan tambahan pada harga sejumlah komoditas di pasar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Perdagangan memastikan pengawasan pasar akan diperketat hingga Idulfitri. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
BPS: Harga Telur-Ayam Turun, Tapi Belum Aman
Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan harga pada dua komoditas protein utama, yakni telur ayam ras dan daging ayam ras, pada pekan pertama Februari 2026. Meski demikian, rata-rata harga keduanya masih tercatat sedikit berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, harga daging ayam ras secara nasional berada di level Rp40.095 per kilogram (kg), turun 0,08% dibandingkan Januari 2026. Namun, harga tersebut masih melampaui HAP konsumen yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kg.
Penurunan harga daging ayam ras tercermin dari indeks perubahan harga (IPH) yang turun di 35,83% wilayah Indonesia. Kendati demikian, masih terdapat wilayah yang mencatat harga di atas acuan.
"Daging Ayam Ras demikian juga, ini harganya hampir normal. Walaupun demikian ada 124 kabupaten/kota (pada pekan pertama Februari 2026) yang berada di atasnya," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (9/2/2026).
Secara regional, BPS mencatat disparitas harga daging ayam ras masih cukup lebar. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Intan Jaya yang mencapai Rp100.000 per kg, disusul Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Arfak masing-masing di kisaran Rp80.000 per kg. Sementara itu, harga terendah ditemukan di level Rp25.000 per kg.
Tren serupa juga terjadi pada harga telur ayam ras. Rata-rata harga telur tercatat turun 2,19% menjadi Rp31.573 per kg pada pekan pertama Februari 2026. Meski menurun, harga tersebut masih berada di atas HAP konsumen sebesar Rp30.000 per kg.
Ateng menjelaskan, penurunan IPH telur ayam ras terjadi di 59,72% wilayah. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH juga menyusut signifikan menjadi 41 daerah, dibandingkan pekan kelima Januari 2026 yang sempat mencapai 123 kabupaten/kota.
"Telur Ayam Ras alhamdulillah mengalami penurunan yang cukup lumayan, yaitu turun 2,19% dibandingkan dengan Januari tahun 2026 yang lalu mencapai Rp31.573 (per kg), walaupun demikian sedikit sekali di atas HAP yang HAP-nya itu Rp30.000 (per kg)," tutur Ateng.
Dari sisi wilayah, harga telur ayam ras tertinggi tercatat mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah, disusul Kabupaten Puncak Jaya yang berada di level Rp90.000 per kg. Adapun harga telur ayam ras terendah tercatat di kisaran Rp25.000 per kg.
(dce)