MARKET DATA

Thomas Djiwandono Dilantik Sebagai Deputi Gubernur BI Siang Ini di MA

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
09 February 2026 09:29
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil menteri keuangan periode 2024-2026, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, akan resmi dilantik sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) siang ini, Senin (9/2/2026) di Mahkamah Agung, Jakarta.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu dijadwalkan menyampaikan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Ketua MA Sunarto pada pukul 14.00 WIB. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga dijadwalkan hadir dalam prosesi pelantikan itu.

Thomas Djiwandono menggantikan posisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri sebagai deputi gubernur BI pada 13 Januari 2025. Juda Agung bertukar posisi dengan Thomas, dan telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai wamenkeu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pria yang akrab disapa Tommy itu telah mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test melawan dua pejabat karir BI, Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono, di Komisi XI DPR, Senin (26/1/2026).

DPR lantas memilih Tommy sebagai deputi gubernur BI baru dan resmi ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (27/1/2026).

Dalam momen perpisahannya di Kemenkeu dengan wartawan, Thomas Djiwandono, mengakui dirinya tidak punya rekam jejak di dunia moneter.

Namun, dia yakin dirinya mampu menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), dari pengalamannya 1,5 tahun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini ditegaskan dirinya saat menemui pewarta di Kantor Kementerian Keuangan, siang ini, Rabu (28/1/2026).

"Saya itu rekam jejak fiskal ga ada. Selalu rekam jejak moneter ga ada itu. rekam jejak saya 1,5 tahun di Kemenkeu silahkan dilihat," kata Thomas.

Dia percaya pengalamannya di fiskal dapat melengkapi bauran kebijakan bank sentral ke depannya.

"Bahwa saya ga punya pengalaman moneter saya ga bisa pungkiri tapi saya punya kapabilitas lain yang bisa dilengkapi dan pengalaman di fiskal yang cukup dalam," tegasnya.

Dia pun menegaskan dirinya tidak akan maju dalam pencalonan jika merasa kurang. Namun, dia yakin dirinya merasa bisa, sehingga dia bersedia ikut pencalonan. "Kalau saya merasa kurang saya ga maju. Tapi saya merasa saya bisa," paparnya.

Kendati demikian, dia mengaku tak pernah terpikir bisa menjadi pejabat di BI saat mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Gerinda.

Ia mengatakan, telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025, jauh sebelum dicalonkan sebagai deputi gubernur BI menggantikan posisi Juda Agung yang mundur dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

"Saya mengundurkan diri tanggal 31, terus terang saya enggak kepikiran. Ini sudahlah saya mau mundur. Silahkan anda terima atau tidak interpretasi seperti apa," katanya.

Tommy lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta. Ia merupakan anak dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedradjad Djiwandono. Adapun Soedradjad adalah suami dari Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Prabowo Subianto. Dengan demikian dia juga merupakan cicit R.M Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI.

Lulusan S1 bidang sejarah di Haverford College Pennsylvania dan S2 di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional John Hopkins University itu memulai kariernya sebagai seorang wartawan pada 1993.

Setelahnya, Tommy menggeluti profesi sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Pada tahun 2006, Tommy pindah ke perusahaan pamannya Hashim Djojohadikusumo di Arsari Group. Ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agribisnis.

Sementara di dunia politik, Tommy bergabung di Partai Gerindra. Tommy sendiri tercatat pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat, serta menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.

Namun, pada Maret 2025, ia mengaku sudah mundur sebagai bendum partai itu setelah selama 17 tahun menjabat, dan mundur dari partai pada 31 Desember 2025.

Ia pun dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo dan tugasnya dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hasil Diskusi dengan Calon Wamenkeu Juda Agung, Purbaya Cocok?


Most Popular
Features