MARKET DATA

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.855

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
09 February 2026 09:07
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (9/2/2026), rupiah terapresiasi 0,03% ke level Rp16.555/US$. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (6/2/2026), rupiah melemah 0,21% ke posisi Rp16.860/US$ dan menjadi level terlemah dalam dua pekan terakhir, atau sejak 22 Januari 2026.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona merah dengan pelemahan 0,10% ke level 97,542. Pelemahan ini melanjutkan penurunan pada perdagangan Jumat (6/2/2026), ketika DXY ditutup turun 0,2%.

Pergerakan rupiah pada perdagangan pertama pekan ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terkoreksi di awal pekan menjelang rangkaian rilis data penting ekonomi Negeri Paman Sam. Mulai dari penjualan ritel, inflasi, hingga laporan tenaga kerja yang sebelumnya tertunda dan dijadwalkan keluar pada Rabu mendatang.

Di sisi lain, pasar juga mulai menambah taruhan pelonggaran kebijakan dari Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) tahun ini. Kontrak Fed funds futures kini mencerminkan probabilitas 19,9% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya pada 17-18 Maret, naik dari 18,4% pada Jumat, mengacu pada CME Group FedWatch Tool.

Dari dalam negeri, agenda ekonomi dibuka dengan rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Januari 2026 pada hari ini. Data ini dinanti untuk membaca arah optimisme rumah tangga di awal tahun. Konsensus pasar memperkirakan IKK Januari berada di level 123,9, sedikit menguat dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 123,5.

Pada bulan sebelumnya, keyakinan konsumen sempat turun tipis dari 124,0 pada November yang merupakan level tertinggi dalam sembilan bulan, seiring melemahnya sebagian subindeks pembentuk survei.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625


Most Popular
Features