Skandal Fraud Perbankan Guncang Elite, Seret Hakim Agung & Istana
Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal besar kini mengguncang Brasil. Dugaan penipuan perbankan terbesar dalam sejarah diyakini melibatkan fondasi elite politik dan hukum negara tersebut.
Mengutip AFP Jumat (6/2/2026), kasus awalnya menyeret bank swasta Master Bank dan pemiliknya, Daniel Vorcar. Ini kemudian membuka jejaring relasi rumit antara pengusaha, hakim agung, hingga tokoh politik papan atas, di tengah tahun politik yang krusial, di negeri itu.
Vorcaro, adalah seorang bankir berusia 42 tahun. Ia dikenal dengan gaya hidup yang glamor.
Namun di November 2025, ia ditangkap atas dugaan skema penipuan antara Master Bank dan BRB, bank milik negara yang berbasis di Brasilia. Penangkapannya menjadi awal dari efek domino yang kini berubah menjadi "mimpi buruk" bagi otoritas keuangan Brasil.
Bagaimana awalnya?
Master Bank sendiri beroperasi di kawasan elit Faria Lima, Sao Paulo. Bank itu menawarkan produk investasi dengan imbal hasil jauh di atas pasar.
Namun pada 2024, Bank Sentral Brasil menemukan bahwa bank tersebut tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah. Akibatnya, Master Bank dilikuidasi.
Bank itu pun meninggalkan utang lebih dari US$7 miliar (Rp 118 triliun). Ada sekitar 800.000 investor merugi.
Dana penjamin simpanan Brasil terpaksa turun tangan untuk melakukan pembayaran. Penyelidikan pidana dilakukan dan terus melebar.
Elite Terseret
Dalam pernyataannya kepada polisi, Vorcaro secara terbuka mengklaim memiliki banyak teman di "semua cabang pemerintahan". Dan benar, pernyataan ini bukan sekadar gertakan.
Dilaporkan bagaimana pengacara Vorcaro meminta agar kasus ini langsung ditangani Mahkamah Agung (MA) Brasil. Salah satu Hakim Agung, Jose Dias Toffoli, kemudian memerintahkan agar proses hukum dirahasiakan dan berada di bawah pengawasannya langsung.
Media lokal mengungkap bahwa pada bulan penangkapan Vorcaro, Toffoli menggunakan jet pribadi bersama pengacara eksekutif Master Bank ntuk menghadiri final Copa Libertadores 2025 di Peru. Belakangan terungkap bahwa ipar Vorcaro pernah membeli sebagian aset resor dari saudara Toffoli pada 2021 melalui perusahaan manajemen yang kini ikut disorot dalam kasus Master Bank.
Hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes, juga ikut mencuat. Selama ini, ia dikenal terlibat dalam banyak perkara besar nasional.
Moraes dilaporkan pernah bertemu direktur Bank Sentral untuk membahas kasus Master Bank, sebelum bank tersebut runtuh. Firma hukum milik istrinya diketahui memiliki kontrak bernilai jutaan dolar AS dengan Master Bank.
Moraes mengakui pertemuan tersebut. Namun membantah adanya pembahasan terkait perkara.
Istana Terseret
Skandal ini bahkan menjangkau lingkaran istana kepresidenan. Pada 2024, Vorcaro sempat bertemu langsung dengan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.
Saat itu, masalah likuiditas Master Bank sudah terdeteksi. Namun Lula menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi politik dan menyerahkan sepenuhnya kepada investigasi teknis Bank Sentral.
"Dia mengeluh ada orang-orang yang mencoba menjatuhkannya," ujar Lula.
"Siapa pun yang terlibat harus membayar harga atas ketidakbertanggungjawaban yang mungkin telah menyebabkan skandal keuangan terbesar dalam sejarah negara ini," tegasnya.
Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski juga terseret, di mana firma hukumnya pernah menerima kontrak konsultasi bernilai besar dari Master Bank pada 2023. Meski begitu, pemerintah menyatakan Lewandowski telah mengakhiri seluruh kontrak tersebut sebelum menjabat.
Sebenarnya, tak hanya pemerintahan sekarang yang "panas" karena Vorcaro tapi juga presiden sebelumnya. Ipar Vorcaro yang berprofesi sebagai pendeta evangelis disebut sebagai penyumbang terbesar kampanye mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro pada pemilu 2022.
[Gambas:Video CNBC]