MARKET DATA
Internasional

Lagi! Susu Formula Ditarik dari Pasar, Ditemukan Zat Ini

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
06 February 2026 09:05
Ilustrasi anak minum susu (Freepik)
Foto: Ilustrasi anak minum susu (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen makanan asal Prancis, Danone, resmi memperluas wilayah penarikan (recall) produk susu formula bayi ke sejumlah negara di Eropa meliputi Austria, Prancis, Jerman, Hongaria, Polandia, Rumania, dan Swiss. Langkah ini diumumkan oleh pihak perusahaan dan otoritas kesehatan nasional setempat pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat setelah adanya kekhawatiran kontaminasi toksin.

Danone bersama beberapa produsen lainnya telah mengeluarkan perintah penarikan susu formula bayi yang berpotensi terkontaminasi toksin di lebih dari 60 negara sejak Desember lalu. Toksin tersebut diketahui dapat memicu gejala mual, muntah, hingga diare pada konsumen.

Dalam penarikan terbaru ini, otoritas melaporkan terdapat ratusan lot formula yang terdampak. Jumlah tersebut mencakup lebih dari 120 lot merek Aptamil dan Milumil di Austria dan Jerman, serta 119 lot merek Gallia dan Bledilait di Prancis. Pihak Danone menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar keamanan terbaru.

"Danone melakukan penarikan ini dalam konteks pembaruan rekomendasi mengenai cereulide," tulis pernyataan resmi perusahaan.

Meski melakukan penarikan massal, Danone tetap berupaya memberikan kepastian kepada konsumen mengenai standar produksi mereka. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh produk yang beredar telah melewati pengawasan ketat.

"Kami ingin meyakinkan seluruh orang tua: susu formula bayi kami aman. Semua formula bayi kami diproduksi sesuai dengan norma keamanan pangan yang ketat dan menjalani kontrol yang ketat sebelum meninggalkan pabrik kami," ungkap pihak Danone pada Kamis.

Keputusan perluasan penarikan ini muncul setelah Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) secara drastis menurunkan ambang batas maksimal kadar cereulide yang diizinkan pada hari Senin. Kebijakan baru ini membuat pengawasan terhadap rantai pasok semakin ketat, terutama pada bahan baku yang digunakan oleh produsen global.

Situasi ini meningkatkan tekanan dan pengawasan terhadap perusahaan asal China, Cabio Biotech. Perusahaan tersebut merupakan pemasok bahan baku yang diduga kuat menjadi sumber kontaminasi toksin pada susu formula bayi.

Cabio Biotech yang bermarkas di Wuhan, China, dikenal sebagai salah satu produsen terbesar di dunia untuk ARA (Arachidonic Acid). ARA merupakan asam lemak yang digunakan secara luas sebagai bahan tambahan utama dalam susu formula bayi dan produk pangan lainnya. Berdasarkan pemeriksaan, kandungan cereulide ditemukan dalam bahan ARA yang diproduksi oleh Cabio Biotech.

Hingga saat ini, baik Danone maupun otoritas terkait belum merinci jumlah pasti kemasan yang terdampak karena ukuran setiap lot produksi yang bervariasi. Namun, Danone telah mengeluarkan instruksi jelas bagi pelanggan yang telah membeli produk tersebut.

"Danone mengimbau konsumen untuk mengembalikan paket susu formula bayi yang masuk dalam daftar penarikan ke toko-toko tempat pembelian," pungkas perusahaan.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mobil Mendadak Terbakar, Raksasa Otomotif Tarik 375 RibuKendaraan


Most Popular
Features